Headline.co.id, Jantho ~ Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, yang dikenal dengan panggilan Syech Muharram, menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang dilakukan dengan keikhlasan dan profesionalisme. Hal ini disampaikan saat kunjungan silaturahmi ke Dinas Kesehatan Aceh Besar pada Selasa, 7 April 2026.
Dalam pertemuan dengan pejabat struktural dan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kesehatan, Bupati menegaskan bahwa sektor kesehatan adalah salah satu pilar utama pembangunan daerah. “Dinas kesehatan adalah salah satu dinas strategis. Mari kita bekerja dengan ikhlas dan hati nurani, karena tugas kita menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat luas,” ujarnya.
Selain kesehatan, Bupati juga menyebutkan bahwa pendidikan, pekerjaan umum, dan pertanian menjadi fokus utama pembangunan daerah. Namun, ia menilai pelayanan kesehatan memiliki urgensi tinggi karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Memasuki tahun 2026 yang disebut sebagai tahun pelaksanaan program, Syech Muharram mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kinerja dengan mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. “Kita harapkan seluruh ASN bekerja dengan ikhlas, memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh Besar, khususnya dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Bupati juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat 30 puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Aceh Besar. Ia mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk menjaga kekompakan dan terus meningkatkan kualitas layanan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Syech Muharram juga menekankan pentingnya menerima kritik sebagai bagian dari kontrol publik terhadap kinerja pemerintah. “Kritik itu bagian dari barometer kerja kita. Tanpa kritik, kita bisa merasa semuanya sudah baik, padahal belum tentu,” ujarnya.
Menurutnya, kritik dari masyarakat harus dijadikan motivasi untuk terus berbenah dan memperbaiki kekurangan demi memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin kehadiran ASN karena kedisiplinan di bidang kesehatan akan berdampak langsung pada kualitas layanan, termasuk berpengaruh terhadap hak tunjangan pegawai.
Di sisi lain, Bupati mengungkapkan bahwa kebutuhan belanja pegawai di Aceh Besar tergolong besar, terutama setelah pemerintah daerah mengakomodir tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski demikian, kebijakan tersebut tetap diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga yang telah lama mengabdi. “Kita tetap mengakomodasi karena mereka sudah mengabdi dan masih bisa membantu pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Bupati berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk meningkatkan soliditas jajaran kesehatan di Aceh Besar sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan optimal, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.




















