Headline.co.id, Jakarta ~ Insiden tragis yang menewaskan seorang peserta dalam ajang LEBARUN pada 28 Maret 2026 telah memicu keprihatinan mendalam di kalangan komunitas olahraga lari trail di Indonesia. Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) menyatakan rasa duka dan mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dalam setiap penyelenggaraan lomba lari trail.
Ketua Umum PP ALTI, Bima Arya Sugiarto, menegaskan pentingnya keselamatan peserta sebagai prioritas utama dalam setiap kompetisi lari trail. “PP ALTI berkomitmen hadir untuk mewujudkan zero accident dalam lari trail. Keselamatan peserta adalah yang utama,” ujar Bima Arya dalam keterangannya pada Senin (30/3/2026).
Bima Arya menyatakan bahwa PP ALTI akan melakukan evaluasi terhadap seluruh penyelenggaraan kompetisi lari trail di Indonesia, terutama dari sisi standar keselamatan. Selain itu, organisasi ini juga berencana memberikan asistensi langsung kepada penyelenggara untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Insiden tersebut juga menjadi pengingat penting bagi para penyelenggara untuk memperkuat koordinasi dengan induk organisasi cabang olahraga. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur bahwa setiap kejuaraan olahraga yang melibatkan massa wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi terkait.
Dengan demikian, penyelenggara lomba lari trail diharapkan dapat aktif berkomunikasi dengan PP ALTI guna memperoleh pendampingan serta rekomendasi teknis sebelum pelaksanaan kegiatan. PP ALTI menilai bahwa rekomendasi dari induk organisasi juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi aparat kepolisian dalam pemberian izin penyelenggaraan event.
Selain itu, tanggung jawab keselamatan tidak hanya dibebankan pada peserta, tetapi menjadi kewajiban penuh penyelenggara, termasuk dalam penyediaan standar keamanan, mitigasi risiko, serta kesiapan penanganan darurat di lapangan. PP ALTI berharap evaluasi menyeluruh ini dapat menghasilkan perbaikan konkret sehingga kejadian serupa tidak terulang, sekaligus meningkatkan standar keselamatan olahraga lari trail di Indonesia.


















