Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pentingnya penyediaan data korban bencana yang akurat dan terperinci berbasis nama dan alamat (by name by address) oleh pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan dan memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikan menyusul upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, yang terjadi pada akhir November 2025.
Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, menegaskan bahwa verifikasi data berbasis nama dan alamat merupakan tugas yang menantang, terutama setelah bencana terjadi. “Kecepatan dalam penyediaan data menjadi kunci utama agar bantuan pemerintah pusat dapat segera dirasakan masyarakat,” tegas Tito. Pernyataan ini disampaikan setelah penyerahan kunci 120 unit hunian tetap untuk korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Jumat (27/3/2026).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi terhadap kualitas pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi korban bencana. Ia menyoroti kolaborasi yang terjadi di lapangan, termasuk peran Yayasan Buddha Tzu Chi yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang. “Kolaborasi ini sangat penting dalam memastikan kualitas hunian bagi para korban,” kata Maruarar.
Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya, menyatakan bahwa pembangunan 120 unit hunian tetap di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian negara. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung penuh kebijakan pusat dalam percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan. “Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan pusat dalam percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Surya.
Secara keseluruhan, sebanyak 227 unit hunian tetap direncanakan dibangun di kawasan tersebut. Dengan rincian 120 unit yang telah selesai dan diserahkan, 107 unit sisanya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada 20 April 2026. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan terima kasih atas monitoring dari pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut memotivasi pemerintah daerah untuk bekerja cepat dalam verifikasi data penerima manfaat. “Dukungan ini memotivasi kami untuk bekerja lebih cepat,” ungkapnya.




















