Headline.co.id, Idi Rayeuk ~ Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Iwan Kurniadi, melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kemuning di Kecamatan Peureulak. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam pernyataannya, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan bahwa stok BBM di Aceh Timur masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini berdasarkan hasil peninjauan langsung serta koordinasi dengan pihak SPBU dan Pertamina. “Dari hasil yang kita tinjau hari ini dan koordinasi dengan pihak terkait, stok BBM menjelang Idul Fitri masih aman dan terkendali,” ujar Al-Farlaky pada Kamis (19/3/2025).
Bupati menambahkan bahwa tidak ada kelangkaan BBM yang ditemukan, baik di tingkat provinsi Aceh maupun khususnya di Kabupaten Aceh Timur. Untuk SPBU Kemuning, pasokan BBM mencapai 16 ton setiap kali pengisian, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu kelangkaan BBM yang tidak benar, sehingga tidak terjadi panic buying yang dapat menyebabkan antrean panjang di SPBU. “Beberapa waktu lalu sempat terjadi antrean akibat informasi yang tidak terkonfirmasi. Namun setelah klarifikasi dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah, kondisi kembali normal. Jika pun ada antrean saat ini, itu masih dalam batas wajar, bukan karena kelangkaan,” jelasnya.
Setelah meninjau SPBU, Bupati bersama Kapolres melanjutkan pemantauan ke Pasar Peureulak untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang meugang dan Idulfitri. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Minyak goreng curah mencapai Rp22.000 per kilogram, gula pasir sekitar Rp20.000 per kilogram, dan beras premium mencapai Rp230.000 per sak.
Selain itu, harga telur tercatat sekitar Rp58.000, kentang Rp15.000 per kilogram, cabai merah Rp38.000 per kilogram, dan cabai rawit mencapai Rp60.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Untuk komoditas lainnya, kacang hijau dijual Rp25.000 per kilogram. Di sektor perikanan, ikan bandeng berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, udang Rp120.000 per kilogram, dan ikan tongkol sekitar Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan serta faktor distribusi di tingkat pedagang. Menanggapi hal ini, Bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama tim terkait akan menyurati para agen penyalur agar tidak menaikkan harga secara sepihak. “Kita akan menyurati agen penyalur agar tidak menaikkan harga. Jika tidak diindahkan, tentu akan ada langkah lanjutan berupa teguran,” tegasnya.
Bupati juga mengakui bahwa kenaikan harga ini cukup memberatkan masyarakat, terutama dalam kondisi pascabanjir yang masih dirasakan sebagian warga. “Kita berharap harga bahan komoditas bisa kembali normal dan tidak dijual di atas harga eceran tertinggi, sehingga daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi kembali stabil,” pungkas Al-Farlaky.






















