Headline.co.id, Bireuen ~ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Aceh memberikan layanan Keluarga Berencana (KB) dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) kepada warga yang terdampak banjir di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, dan juga disertai dengan penyaluran bantuan kesehatan reproduksi dari Ovolpe kepada masyarakat setempat. Kepala BKKBN Aceh, Safrina Salim, turut hadir dan melakukan pemasangan implant kepada sejumlah ibu di desa tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan KB bagi pasangan usia subur.
Kehadiran tim BKKBN Aceh di lokasi tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan serta edukasi terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, khususnya bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Safrina menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BKKBN dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan reproduksi yang memadai, terutama setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada November lalu.
“Melalui pelayanan ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi, terutama pasca persalinan agar terwujud keluarga yang sehat dan berkualitas,” ujar Safrina.
Salah seorang warga penerima layanan, Aina, menyatakan rasa terbantunya dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa selain mendapatkan pelayanan KB, masyarakat juga memperoleh edukasi yang bermanfaat terkait kesehatan reproduksi. “Kami sangat bersyukur karena selain mendapat pelayanan KB, juga diberikan penjelasan tentang kesehatan reproduksi yang sangat bermanfaat bagi keluarga,” katanya.
Sementara itu, Kepala OPD KB Kabupaten Bireuen yang diwakili oleh Kepala Bidang KB dan KS, Munawar, menyampaikan apresiasi kepada BKKBN dan Ovolpe yang telah memberikan bantuan alat kontrasepsi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, pascabanjir banyak warga yang membutuhkan edukasi serta pelayanan kontrasepsi untuk menjaga kesehatan keluarga. “Kehadiran BKKBN ke wilayah ini menjadi wujud kepedulian pemerintah kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.






















