Headline.co.id, Surabaya ~ Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Provinsi Jawa Timur terus berupaya mengubah Posyandu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, literasi, pengasuhan, dan kecakapan digital. Langkah ini dianggap sebagai strategi penting untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Hal ini disampaikan dalam Webinar Posyandu Seri 4 dengan tema “Penguatan Peran Posyandu dalam Pendidikan, Literasi, dan Pengasuhan Kecakapan Digital untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia” yang diadakan secara daring pada Selasa (9/6/2026). Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, menyatakan bahwa transformasi Posyandu adalah momentum penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Arumi menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, Posyandu kini memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif. “Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat masyarakat datang untuk mendapatkan layanan, tetapi harus berkembang menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, ruang pengasuhan, dan ruang kolaborasi bagi masyarakat,” ujar Arumi.
Ia menambahkan bahwa Posyandu saat ini tidak hanya identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang mendukung berbagai layanan dasar, mulai dari pendidikan, literasi, pengasuhan, perlindungan anak hingga peningkatan kualitas kehidupan keluarga.
Arumi menegaskan bahwa untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah. Generasi unggul, menurutnya, dibentuk dari keluarga yang kuat, lingkungan yang mendukung budaya belajar, pola pengasuhan yang tepat, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, Posyandu memiliki posisi strategis sebagai titik temu keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Arumi menggambarkan Posyandu masa depan sebagai pusat aktivitas pembelajaran masyarakat. Posyandu diharapkan menjadi tempat orang tua belajar tentang pola asuh positif, ruang tumbuh budaya literasi keluarga, sekaligus sarana edukasi kecakapan digital bagi orang tua dan anak. Selain itu, Posyandu juga dapat menjadi ruang kolaborasi kader, guru, pegiat literasi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Ketika transformasi ini berjalan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya membantu menciptakan anak yang sehat secara fisik, tetapi juga membentuk anak yang cerdas, berkarakter, gemar belajar, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Arumi menyoroti tantangan pengasuhan di era digital yang semakin kompleks. Kemudahan akses informasi dan teknologi memberikan peluang besar untuk belajar dan berkembang, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko, seperti penyalahgunaan media digital, informasi yang tidak terverifikasi, hingga perundungan siber. Oleh karena itu, penguatan kecakapan digital keluarga menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Orang tua perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi anak dalam memanfaatkan ruang digital secara aman dan produktif.























