Headline.co.id, Banda Aceh ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung perlindungan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui kunjungan silaturahmi Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur RSUZA, Muhazar. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kelembagaan kedua institusi pemerintah yang berlokasi berdekatan di Kota Banda Aceh. Riyanto menyatakan bahwa kedekatan lokasi BBPOM dan RSUZA diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
“Kedekatan secara geografis ini menjadi peluang besar bagi kita untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi, khususnya dalam pengawasan obat serta upaya perlindungan masyarakat dari risiko penggunaan obat yang tidak tepat,” ujar Riyanto.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu penting yang dibahas adalah pengendalian resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR). BBPOM Aceh juga mengapresiasi dukungan RSUZA dalam menyosialisasikan bahaya resistensi antimikroba kepada masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan videotron rumah sakit sebagai media edukasi publik.
Selain itu, koordinasi yang selama ini terjalin dalam pengawasan pengelolaan obat di lingkungan RSUZA dinilai sebagai contoh sinergi yang baik institusi pengawas dan fasilitas pelayanan kesehatan. Direktur RSUZA, Muhazar, menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah terbangun RSUZA dan BBPOM di Banda Aceh. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta memastikan keamanan penggunaan obat bagi masyarakat.
Melalui kunjungan silaturahmi ini, kedua institusi berharap hubungan kerja sama yang telah terjalin dapat semakin diperkuat. Sinergi BBPOM di Banda Aceh dan RSUZA diharapkan terus mendorong upaya pengawasan obat serta edukasi kesehatan kepada masyarakat sehingga tercipta sistem pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terpercaya di Aceh.





















