Headline.co.id, Bireuen ~ Satuan Tugas Kewilayahan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh mengambil langkah konkret untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Bireuen. Bantuan berupa peralatan dapur diserahkan kepada 600 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir dan longsor. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat agar dapat kembali normal dan aktivitas sosial ekonomi dapat berjalan seperti sediakala.
Kepala Satuan Tugas Kewilayahan PRR Aceh, Safrizal ZA, memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat yang mengalami musibah. “Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Pemerintah hadir untuk mendukung proses pemulihan secara nyata dan bertahap,” ujar Safrizal kepada , Kamis (5/3/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama bulan suci Ramadan. Safrizal menjelaskan bahwa banyak warga mengalami kerusakan rumah dan kehilangan peralatan rumah tangga akibat banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu, bantuan peralatan dapur menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di sejumlah gampong (desa) yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen. Wilayah yang menerima bantuan meliputi Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan, untuk 320 KK; Gampong Meuse, Kecamatan Kuta Blang, untuk 120 KK; Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Kuta Blang, untuk 60 KK; dan Gampong Dayah Panjoe, Kecamatan Kuta Blang, untuk 50 KK.
Safrizal menambahkan bahwa Satgas PRR Wilayah Aceh terus berupaya melakukan langkah-langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan bangkit kembali. Pemerintah juga akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, relawan, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Selain bantuan logistik, Satgas PRR juga terus memantau kondisi masyarakat di lokasi terdampak bencana untuk memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi secara bertahap. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Melalui bantuan ini, pemerintah berharap masyarakat yang terdampak dapat merasakan dukungan langsung dari negara, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka setelah bencana.





















