Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah telah menutup tahapan pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan kini memasuki fase penting berupa simulasi dan gladi bersih untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional pelaksanaan TKA secara nasional. Gladi bersih ini dijadwalkan berlangsung pada 9–17 Maret 2026 dengan melibatkan 8.660.482 murid. Jumlah tersebut terdiri dari 4.452.973 siswa jenjang SD/MI/sederajat dan 4.207.509 siswa jenjang SMP/MTs/sederajat yang telah terverifikasi untuk mengikuti tahap ini.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola asesmen pendidikan yang lebih terstruktur, terstandar, dan akuntabel. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa penutupan pendaftaran menjadi indikator kesiapan pelaksanaan TKA tahun ini. “Jumlah pendaftar TKA menunjukkan tren yang sesuai dengan perencanaan. Ini mencerminkan meningkatnya pemahaman serta kesiapan satuan pendidikan dan peserta terhadap kebijakan evaluasi pembelajaran yang sedang kami dorong,” ujar Toni dalam keterangan tertulis yang diterima , Rabu (4/3/2026).
Menurut Toni, TKA dirancang tidak hanya sebagai instrumen pengukuran hasil belajar, tetapi juga sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan berbasis data. Ke depan, BSKAP akan terus memastikan kualitas dan relevansi pelaksanaan TKA selaras dengan kebutuhan peningkatan capaian pembelajaran nasional.
Secara teknis, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, menjelaskan bahwa gladi bersih memiliki fungsi berbeda dari simulasi. “Gladi bersih dilaksanakan dengan skema dan kondisi yang mendekati pelaksanaan sebenarnya, termasuk kesiapan sistem, prosedur, dan koordinasi petugas. Fungsinya memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal serta meminimalkan potensi kendala saat hari pelaksanaan TKA,” jelasnya.
Tahapan ini mencakup pengujian sistem teknologi informasi, kesiapan perangkat di satuan pendidikan, alur distribusi soal, hingga mekanisme pengawasan dan pelaporan. Evaluasi dari gladi bersih akan menjadi dasar penyempurnaan akhir sebelum pelaksanaan utama. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen untuk menghadirkan pelaksanaan TKA yang lancar, aman, dan berintegritas. Melalui simulasi dan gladi bersih nasional, pemerintah memastikan seluruh satuan pendidikan memahami prosedur, sekaligus memberikan kepastian layanan bagi jutaan peserta.
Dengan tahapan yang terukur dan berbasis mitigasi risiko, TKA 2026 diharapkan menjadi instrumen evaluasi pembelajaran yang kredibel serta mendukung transformasi mutu pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.




















