Headline.co.id, Tuban ~ Thalita Syahda Raniah, seorang putri dari Desa Boncong, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, berhasil melangkah ke babak Top 21 dalam ajang Akademi Sahur Indosiar Indonesia 2026. Thalita tampil di hadapan dewan juri pada Jumat, 27 Februari dini hari, dan memastikan dirinya melanjutkan perjuangan di ajang dakwah nasional tersebut.
Keberhasilan Thalita ini merupakan hasil dari proses panjang selama tiga tahun terakhir. Kepada Reporter Tubankab, Thalita mengungkapkan bahwa ia telah mengikuti audisi AKSI sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2023, 2025, dan 2026. Pada dua kesempatan sebelumnya, ia hanya berhasil mencapai tahap wawancara. “Saya sudah tiga kali ikut audisi. Tahun-tahun sebelumnya hanya sampai wawancara. Saat itu mungkin ikhtiarnya belum maksimal,” ujarnya pada Jumat (27/2/2026).
Pada seleksi tahun ini, Thalita mempersiapkan diri dengan lebih serius dan terstruktur. Tahap awal dimulai dari penyusunan naskah ceramah, pembuatan video audisi, hingga pengiriman berkas. Setelah lolos seleksi video, ia mengikuti sesi wawancara dan akhirnya menembus tahap finalis. “Di awal harus membuat teks, kemudian membuat video. Setelah itu kalau lolos, lanjut wawancara. Alhamdulillah tahun ini diberi kesempatan sampai tahap final,” jelasnya.
Thalita saat ini mengajar di SMP dan SMA Darul Faqih Kabupaten Malang. Ia merupakan alumnus Universitas Negeri Malang dan memiliki latar belakang pendidikan pesantren di Al Ishlah Prambontergayang, Soko, Tuban. Selama masa karantina, ia menjalani pembinaan intensif. Setiap materi yang dibawakan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pembimbing dan dilatih berulang dengan evaluasi. “Setiap latihan pasti ada revisi. Tidak langsung jadi. Ada bagian yang harus diperbaiki dan diperdalam agar pesan yang disampaikan lebih kuat,” ungkapnya.
Sebelum berangkat ke Jakarta pada 11 Februari 2026, keluarga Thalita menggelar syukuran sederhana di rumahnya di Desa Boncong. Thalita menyebut doa dan restu orang tua sebagai kekuatan utama. Ia adalah putri dari Musta’in dan Sulaika, di mana Musta’in menjabat sebagai Kepala Dusun setempat. “Bekal terbesar saya adalah doa dan restu orang tua. Tanpa itu saya tidak bisa sampai di titik ini,” tuturnya.
Selain restu dan doa orang tua, Thalita juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental saat tampil di panggung televisi. “Tampil di depan panggung televisi tentu berbeda. Harus menjaga stamina dan fokus. Saya niatkan ini sebagai bagian dari perjuangan,” katanya. Saat ini, Thalita terus melanjutkan perjuangan di panggung AKSI Indonesia 2026 dan berharap dukungan masyarakat Tuban.
Dukungan juga disampaikan oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Melalui video yang diunggah di akun Pemkab Tuban, Mas Lindra menyebut keikutsertaan Thalita sebagai bukti potensi putri daerah Tuban di tingkat nasional. Ia mengajak masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar Thalita diberi kelancaran dan hasil terbaik. (dadang/yavid/Mc.Tuban)


















