Headline.co.id, Bangunan ~ Pemerintah menargetkan pembangunan 44 blok hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara selesai sebelum Lebaran 2026. Langkah ini diambil agar warga dapat segera menempati hunian yang aman dan layak. Di Kecamatan Langkahan, lima blok huntara dengan kapasitas sekitar 60 kepala keluarga (KK) telah selesai dibangun dan mulai dihuni. Pembangunan dilakukan di atas lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan total luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa seluruh huntara yang ditangani Kementerian PU di Aceh Utara ditargetkan selesai sebelum Lebaran agar masyarakat bisa segera masuk dan beraktivitas secara lebih layak. “Total huntara yang kita tangani di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 blok. Dan itu kita targetkan sebelum Lebaran selesai semua sehingga masyarakat dapat segera masuk,” ujar Menteri PU.
Percepatan pembangunan ini didukung oleh koordinasi Kementerian PU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Data calon penghuni telah disiapkan sehingga begitu pembangunan rampung, unit huntara dapat langsung ditempati tanpa menunggu proses tambahan. Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien. Untuk menyelesaikan satu blok yang diperuntukkan bagi 12 KK, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Setiap unit huntara menggunakan insulated panel dan dilengkapi dengan ventilasi, exhaust fan, serta kipas angin guna menjaga sirkulasi udara tetap baik. Selain unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi dengan toilet komunal, area cuci, dapur bersama, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Pelaksanaan pembangunan berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bersama penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dengan target penyelesaian sebelum Lebaran, pemerintah memastikan masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan kondisi hunian yang lebih aman dan nyaman, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap.




















