Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyoroti pentingnya peran media massa arus utama dalam menjaga kode etik jurnalistik dan memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pertemuan dengan Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) di Jakarta pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, Meutya mengungkapkan bahwa pemerintah menyadari tantangan yang dihadapi pers di era digital saat ini. Arus informasi yang deras, disrupsi teknologi, dan polarisasi opini publik menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. “Media arus utama memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan informasi di tengah derasnya arus informasi digital,” ujar Meutya.
Pemerintah, lanjut Meutya, membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan pemangku kepentingan media untuk membangun sinergi yang lebih kuat pemerintah dan pers nasional. Diskursus yang berkembang di ruang publik melalui media massa dianggap sebagai bagian penting dalam memperkaya wawasan masyarakat. “Perbedaan pandangan, baik yang pro maupun kontra, adalah dinamika sehat dalam demokrasi,” jelasnya.
Meutya juga menekankan pentingnya penyajian informasi yang utuh dan komprehensif untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat. Media diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyajikan berita yang tidak terfragmentasi atau dipotong-potong demi kepentingan kelompok tertentu. “Media harus menyajikan informasi yang utuh dan tidak terfragmentasi,” tegasnya.
Memasuki bulan Ramadan, ritme kerja pemerintah dan redaksi media tetap berjalan dinamis. Berbagai isu strategis nasional dan global, termasuk dinamika di Amerika Serikat, menjadi perhatian publik dan memerlukan penyajian informasi yang akurat serta berimbang. Pemerintah mengapresiasi kerja keras insan pers yang terus menjaga kualitas informasi di tengah tingginya intensitas pemberitaan.
Acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama ini dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Angga Raka Prabowo, serta Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya, bersama 28 perwakilan media nasional.





















