Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk memastikan distribusi logistik tetap lancar selama periode mudik Lebaran 2026. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026, ini bertujuan untuk mengendalikan lalu lintas di jalur mudik agar mobilitas masyarakat tidak mengganggu distribusi barang dan stabilitas pasokan kebutuhan pokok.
Koordinasi kementerian ini fokus pada pengaturan operasional angkutan barang selama arus mudik dan balik, serta penertiban pasar tumpah di jalur mudik. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diperkirakan mencapai 143,91 juta orang selama Lebaran. “Pembatasan kendaraan angkutan barang merupakan langkah penting untuk menjaga kapasitas jalan tetap optimal sehingga arus mudik dapat berjalan lancar dan aman. Pengaturan terkait angkutan barang ini akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran distribusi logistik,” ujar Menhub Dudy.
Pemerintah telah menetapkan pengaturan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum. SKB ini mengatur pembatasan operasional kendaraan angkutan barang guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan. Pembatasan berlaku untuk mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan, serta angkutan hasil galian, tambang, dan bahan bangunan. Kebijakan ini diterapkan di ruas jalan tol dan non-tol di wilayah strategis nasional dari 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Kendaraan angkutan barang yang mengangkut komoditas esensial seperti bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), bahan pokok, pupuk, hewan ternak, dan bantuan kebencanaan tetap diperbolehkan beroperasi dengan persyaratan tertentu. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan rantai pasok nasional tetap berjalan dan menghindari kelangkaan barang di daerah tujuan mudik.
Kementerian Perdagangan berperan dalam mengendalikan aktivitas perdagangan di sepanjang jalur mudik, termasuk penataan pasar tumpah yang dapat menghambat lalu lintas. Penertiban dilakukan melalui pengaturan zonasi, relokasi sementara, serta pembinaan kepada pelaku usaha agar kegiatan ekonomi tidak menggunakan badan jalan. Kementerian Perdagangan juga memastikan kelancaran distribusi bahan pokok selama pembatasan angkutan barang dengan mengoptimalkan sistem logistik dan pengawasan pasokan di daerah. Upaya ini dilakukan agar stabilitas harga dan ketersediaan barang tetap terjaga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. “Kami bersama Kementerian Perdagangan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik. Kuncinya adalah keseimbangan kelancaran transportasi dan distribusi barang di masa Angkutan Lebaran,” kata Menhub Dudy.
Selain itu, pemerintah memperkuat manajemen lalu lintas melalui rekayasa arus, pengawasan di titik rawan kemacetan, pengendalian hambatan samping di jalur arteri nasional, serta memastikan ketersediaan rest area dan fasilitas pendukung lainnya. Langkah terpadu ini diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik Lebaran 2026 yang tertib, lancar, dan selamat bagi seluruh masyarakat.






















