Headline.co.id, Cilacap ~ Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memasang teknologi Smart Buoy di Alur Pelayaran Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan memastikan kelancaran distribusi energi nasional.
Dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (14/2/2026), Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut, Hernadi Tri Cahyanto, menyatakan bahwa Alur Tanjung Intan dipilih karena perannya sebagai simpul logistik regional dan jalur strategis distribusi energi. Cilacap merupakan lokasi kilang minyak terbesar di Indonesia, sehingga gangguan navigasi di wilayah ini dapat mengancam stabilitas pasokan energi.
Hernadi menjelaskan bahwa Smart Buoy memungkinkan pemantauan posisi dan kondisi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) secara real-time. Sistem ini akan memberikan notifikasi otomatis jika terjadi gangguan fungsi, perubahan posisi, atau kerusakan perangkat, sehingga respons teknis dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. “Digitalisasi SBNP memungkinkan pemeliharaan lebih terukur dan meminimalkan risiko kecelakaan kapal di alur sempit,” ujarnya.
Implementasi di Distrik Navigasi Tanjung Intan Cilacap ini dirancang sebagai proyek percontohan nasional. Saat ini, terdapat 25 Distrik Navigasi di Indonesia yang mengelola total 5.468 unit SBNP. Model berbasis teknologi ini akan menjadi acuan untuk pengembangan sistem serupa di wilayah lain.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa pengembangan Smart Buoy sejalan dengan agenda transformasi digital sektor maritim dan penguatan ketahanan energi nasional. Alur Pelayaran Tanjung Intan melayani lalu lintas kapal tanker menuju Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari. Gangguan navigasi di jalur ini berpotensi menghambat distribusi bahan bakar dan berdampak pada perekonomian nasional.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan peninjauan unit Smart Buoy Nomor 19 serta demonstrasi sistem monitoring digital yang menampilkan performa lampu dan sensor pelampung suar secara terintegrasi. Kolaborasi ini juga ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan atas pengembangan fitur Smart Buoy pada pelampung suar yang didesain ulang dengan diameter 2,5 meter.
Pemerintah menargetkan modernisasi SBNP berbasis teknologi ini dapat meningkatkan keandalan sistem kenavigasian nasional, mengurangi potensi kecelakaan kapal, serta menjaga kelancaran arus logistik di jalur strategis energi.























