Headline.co.id, Jakarta ~ Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk memfokuskan upaya pemulihan sarana pendidikan pascabencana banjir. Rehabilitasi dilakukan pada sejumlah sekolah dasar guna memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik di wilayah yang terdampak.
Sekolah yang menjadi sasaran rehabilitasi mencakup SD Negeri 1 Sungai Liput, SDN Inpres Sungai Liput, dan SD Negeri 1 Kuala Simpang. Dua lokasi yang menjadi fokus peninjauan langsung adalah SD Negeri 1 Sungai Liput di Kecamatan Kejuruan Muda dan SD Negeri 1 Kuala Simpang, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir.
Perwakilan SERUNI menekankan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan merupakan langkah strategis dalam mempercepat pemulihan sosial masyarakat pascabencana. Menurutnya, sekolah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi penerus bangsa. “Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa. Melalui rehabilitasi ini, kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat,” ujar perwakilan SERUNI.
Rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas dan sarana pendukung agar lingkungan belajar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Upaya ini juga diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan diri siswa serta mendukung kinerja tenaga pendidik yang sempat terdampak kondisi darurat.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh, lain Ibu Wahyu Prasetyo Hadi (istri Menteri Sekretaris Negara), Ibu Fatma Saifullah Yusuf (istri Menteri Sosial), Ibu Sinta Maruarar Sirait (istri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman), Ibu Katharine Grace (istri Menteri Kebudayaan), Ibu Ratu Yandri Susanto (istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal), Ibu Soraya (istri Menteri Koordinator Bidang Pangan), Ibu Marlina Usman (istri Gubernur Aceh), Bupati Aceh Tamiang, serta jajaran Dharma Wanita Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I dan Sumatera II.
Selain itu, TNI AD melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 899/Bata Satya Gardapati turut berkontribusi dalam proses pembangunan kembali fasilitas sekolah. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI, serta elemen masyarakat dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pendidikan.
Melalui rehabilitasi ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar di Aceh Tamiang dapat berlangsung secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.



















