Headline.co.id, Banyuasin ~ Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berbasis keagamaan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husen, saat menghadiri Pengajian Akbar dan Haflah Akhirussanah Khotmil Qur’an Angkatan ke-10 di Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Al-Bakhar pada Selasa, 10 Februari 2026. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir ke-12 pesantren yang berlokasi di Desa Cinta Karya (C3), Kecamatan Plakat Tinggi, dan dihadiri oleh ratusan santri, wali santri, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan Khotmil Qur’an. Ia menilai bahwa pencapaian ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan tonggak penting dalam pembentukan karakter generasi Qur’ani. “Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan sumber pembentukan akhlakul karimah. Santri yang menuntaskan khatam bukan hanya menyelesaikan bacaan, tetapi sedang membangun fondasi moral untuk masa depan,” ujarnya.
Momentum hari lahir ke-12 pesantren ini, lanjutnya, menjadi refleksi atas konsistensi lembaga pendidikan Islam dalam membina generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan sosial di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi digital. “Pesantren adalah benteng moral bangsa. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung eksistensi dan kemajuan pondok pesantren sebagai mitra pembangunan SDM,” tegasnya.
Wakil Bupati juga berharap agar pengajian akbar ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi ulama, umara, dan umat dalam membangun daerah. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Sunarto, menegaskan komitmen Pemprov dalam mendukung keberlanjutan pendidikan pesantren.
Sunarto menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, pemerintah provinsi telah mengalokasikan bantuan operasional bagi pondok pesantren, yaitu sebesar Rp15 juta pada tahun 2024, Rp20 juta pada tahun 2025, dan Rp10 juta pada tahun 2026. Meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran, dukungan ini diharapkan tetap memperkuat operasional dan kualitas pembelajaran di pesantren. “Pendidikan pesantren kini menjadi pilihan utama banyak orang tua. Pesantren terbukti mampu membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Dengan semakin besarnya peran pesantren dalam pembentukan karakter generasi muda, sinergi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan manusia yang unggul dan berintegritas di Musi Banyuasin maupun Sumatera Selatan secara keseluruhan.





















