Headline.co.id, Banda Aceh ~ Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi meluncurkan kegiatan Profiling Guru dalam Program Guru Berdaya. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation di Hotel Rasamala pada Selasa, 10 Februari 2026. Sebanyak 573 guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari 330 guru Sekolah Dasar (SD) dan 243 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah naungan Disdikbud Banda Aceh turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza menekankan pentingnya peran guru sebagai elemen utama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah Kota Banda Aceh menempatkan penguatan kapasitas guru sebagai prioritas utama dalam upaya meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Pendidikan menjadi pondasi utama dari misi tersebut, dan guru adalah pilar terkuatnya,” ujar Illiza.
Program Guru Berdaya, khususnya kegiatan profiling guru, dirancang untuk mengidentifikasi potensi guru, memahami kebutuhan mereka, serta memfasilitasi pengembangan kompetensi secara tepat dan berkelanjutan. Menurut Illiza, proses ini bukan sekadar pendataan administratif, melainkan refleksi untuk memetakan kompetensi, menguatkan kapasitas, dan merancang langkah pengembangan yang lebih terarah. “Kita ingin guru-guru Banda Aceh tidak hanya mengajar, tetapi menginspirasi. Tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk karakter. Tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi menjadi penggerak perubahan itu sendiri,” tegasnya.
Wali Kota Illiza juga menyampaikan apresiasi kepada Putera Sampoerna Foundation atas kemitraan strategisnya. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa pembangunan pendidikan adalah kerja bersama, bukan kerja sendiri. Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, menambahkan bahwa hasil profiling akan sangat berguna untuk menyusun peta pelatihan guru sesuai tuntutan zaman. Ia menekankan bahwa yayasan ini tidak terafiliasi dengan perusahaan rokok, melainkan fokus pada peningkatan kualitas guru dan pendidikan agar dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia. “Kami berharap bapak-ibu guru dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Elan.
Wali Kota Illiza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk mendampingi guru melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Ia juga mendorong para guru untuk mengikuti proses profiling dengan keterbukaan dan semangat belajar, menjadikan hasilnya sebagai cermin untuk bertumbuh.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Kepala Disdikbud Sulaiman Bakri, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Salman Ishak, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Efiaty Z, sejumlah petinggi yayasan, unsur akademisi, dan pejabat teras Pemerintah Kota Banda Aceh.





















