Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengungkapkan bahwa komite nasional dalam struktur Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) akan diisi oleh teknokrat yang berasal dari Palestina. Hal ini disampaikan Arif dalam keterangan resminya pada Rabu, 4 Februari 2026.
Arif menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia sebagai anggota BoP merupakan hasil kesepakatan bersama dengan negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Negara-negara tersebut telah beberapa kali mengadakan rapat untuk membahas isu Palestina. “Beberapa negara tersebut berada di kawasan Timur Tengah, namun ada juga yang di luar kawasan itu, seperti Turki, Indonesia, dan Pakistan,” ujar Arif.
Terkait dengan iuran yang telah ditetapkan oleh Amerika Serikat sebagai inisiator BoP, Arif menyatakan bahwa Indonesia masih dalam tahap konsultasi dengan negara-negara mayoritas Muslim lainnya yang tergabung dalam BoP. Proses untuk mencapai kesepakatan mengenai pembayaran iuran keanggotaan masih panjang. Oleh karena itu, Arif belum dapat memberikan jawaban mengenai besaran iuran yang akan dibayarkan oleh Indonesia, mekanisme penggunaan dana, ataupun waktu pembayaran iuran tersebut. “Prosesnya masih panjang,” tambahnya.
Indonesia resmi menjadi anggota BoP setelah Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani piagam pembentukan lembaga tersebut pada acara peluncurannya di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Selain Indonesia, negara-negara lain yang turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian tersebut lain Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), dan Uzbekistan.




















