Headline.co.id, Bandung ~ Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diperpanjang selama tujuh hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung Barat, sejalan dengan penetapan status tanggap darurat bencana selama 14 hari oleh pemerintah setempat. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa operasi SAR akan terus dilakukan selama masih ada harapan untuk menemukan korban. “Kami mohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga pencarian sisa korban dapat berjalan maksimal,” ujarnya, seperti dilansir dari laman RRI, Jumat (30/1/26).
Pada hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan berhasil menemukan lima bodypack di area kerja A1 dan A2. Hingga saat ini, total 60 bodypack telah dievakuasi, sementara 20 bodypack lainnya masih dalam proses pencarian. “Sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi SAR, kami telah mengevakuasi 60 bodypack. Masih ada 20 korban yang terus kami upayakan untuk ditemukan,” jelas Kabasarnas.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD untuk penanganan darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu. Incident Commander (IC) Bencana Longsor Pasirlangu, Ade Zakir, menyatakan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada tiga klaster penanganan bencana, yaitu bidang kesehatan melalui Dinas Kesehatan, bidang sosial melalui Dinas Sosial, serta penanganan kebencanaan melalui BPBD. “Status darurat bencana telah ditetapkan selama 14 hari. Penetapan masa darurat maupun penambahan anggaran akan dievaluasi setelah masa tanggap darurat berakhir,” ujarnya.

















