Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pengelolaan arsip. Kesepakatan ini terjalin saat kunjungan Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, M.Eng, beserta rombongan ke ruang sidang Arsip UGM pada Rabu (28/1). Pertemuan ini membahas peran arsip sebagai sumber pengetahuan, rencana kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan informasi.
Dr. Mego Pinandito menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan dan potensi kearsipan di UGM. Ia berharap UGM dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam pengembangan dan tata kelola arsip yang berkelanjutan. “Kami berharap UGM dapat menjadi contoh bagi pihak lain, mengingat dari segi jumlah unit, sejarah berdirinya yang panjang, prodi yang ada, serta lulusan-lulusannya, menjadi sebuah kearsipan yang luar biasa. Dengan demikian, kami ingin memperkuat kerja sama UGM dan ANRI,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, Mego mengungkapkan keinginannya untuk membangun beberapa kolaborasi dalam pengembangan Program Studi Magister (S2). Menurutnya, pengembangan program tersebut bersifat fleksibel dan dapat ditempatkan di berbagai fakultas sesuai kebutuhan. “Pengembangannya bisa dibicarakan bersama, baik dari aspek kearsipan, pengelolaan berbasis data science, maupun pemanfaatan substansi arsip,” ujarnya.
ANRI menekankan pentingnya digitalisasi arsip dan berharap UGM dapat berperan aktif dalam jaringan kearsipan nasional di Ibu Kota Negara (IKN). “Kedepannya, UGM diharapkan memiliki komitmen untuk ikut serta mendukung data-data yang disimpan ke arsip nasional,” kata Arif.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyambut baik kunjungan ANRI yang bertujuan memperkuat kerja sama dan membahas penyelenggaraan International Symposium on Digital Records and Archives (ISDRA) dengan UGM sebagai tuan rumah. “Ada rencana untuk menjadikan UGM tuan rumah dalam sebuah simposium internasional,” ungkap Arif.
Arif menyatakan bahwa ANRI berharap UGM dapat terus mengembangkan dan memperkuat khasanah arsip yang dimiliki. Arsip tersebut dinilai memiliki nilai strategis dan historis tinggi sehingga dapat dikolaborasikan sebagai sumber utama bagi ANRI dalam mendirikan Pusat Khasanah Arsip Budaya Nusantara. “UGM cukup banyak memiliki khasanah arsip, seperti contohnya koleksi penting dari Bung Hatta, yang harapannya dapat dikolaborasikan untuk sumber utama bagi ANRI mendirikan pusat khasanah arsip budaya nusantara,” ujarnya.
Selain itu, ANRI juga mendorong UGM untuk memperluas kolaborasi dengan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penyusunan memori kolektif bangsa. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan narasi sejarah yang lebih utuh dalam menampilkan tokoh-tokoh sejarah. “ANRI juga mendorong UGM agar bekerja sama dengan Perpustakaan DIY agar dapat sama-sama membangun memori kolektif bangsa dan turut membawa tokoh-tokoh sejarah, seperti Dr. Sardjito,” jelas Arif.
Sebaliknya, UGM berharap ANRI dapat membantu pemberdayaan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan (Diklat). “Harapannya nanti UGM bisa mengadakan diklat untuk petugas-petugas kearsipan, kami mendatangkan narasumber dari ANRI dan mereka memaparkan informasi mengenai kearsipan,” ungkapnya.
Arif menambahkan bahwa dalam waktu dekat, program yang paling cepat diwujudkan adalah penyusunan memori kolektif bangsa melalui pembuatan naskah sumber dengan topik-topik tertentu. “Untuk jangka pendeknya, kami akan mulai mengungkapkan naskah-naskah dan arsip yang dapat digunakan untuk penyusunan memori kolektif bangsa,” tambahnya.
Untuk jangka panjang, kerja sama ini diarahkan pada upaya kurasi arsip secara berkelanjutan guna memastikan nilai historis tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara luas.






















