Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya hunian layak dan terjangkau yang berlokasi dekat dengan tempat kerja untuk mengurangi beban pengeluaran pekerja serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Indra, menyatakan bahwa hunian bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga bagian integral dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya. “Kepemilikan rumah menjadi cita-cita besar pekerja selain memperoleh upah yang layak,” ujar Indra pada Rabu (28/1/2026).
Indra menambahkan bahwa saat ini masih banyak pekerja yang mengalami kesulitan dalam mengakses hunian yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka, terutama yang berlokasi dekat dengan kawasan industri. “Banyak pekerja saat ini harus mengalokasikan hingga sekitar 20 persen dari upahnya hanya untuk biaya sewa atau kontrak hunian. Kondisi ini menjadi tantangan nyata yang perlu dijawab melalui kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Masalah utama yang sering dihadapi pekerja adalah jarak hunian yang jauh dari tempat kerja, yang menyebabkan tingginya biaya transportasi dan waktu tempuh harian. Oleh karena itu, pengembangan hunian bersubsidi di kawasan industri dianggap sebagai solusi strategis agar pekerja dapat tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja.
Sebagai bagian dari upaya pemerintah, Program 3 Juta Rumah diluncurkan untuk menyediakan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja dan buruh. “Pemerintah ingin memastikan pekerja memiliki akses hunian yang terjangkau dan dekat dengan tempat bekerja. Dialog hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan hal tersebut, termasuk melalui penyediaan apartemen bersubsidi di kawasan industri,” tambah Indra.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah dan cicilan terjangkau, sehingga lebih ramah bagi kantong pekerja dan buruh.






















