Headline.co.id, Bupati Temanggung ~ Agus Setyawan, menegaskan pentingnya kelancaran sistem irigasi sebagai elemen kunci dalam mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut. Ia menyatakan bahwa upaya swasembada pangan tidak akan berhasil jika saluran irigasi di tingkat petani terhambat oleh sedimentasi. “Kita tidak akan tahan pangannya ketika irigasinya mampet dan air tidak mengalir ke sawah. Pengangkatan sedimentasi ini adalah langkah nyata yang memudahkan para petani padi kita,” ujar Agus Setyawan saat berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pengerukan sedimen di Irigasi Soropadan, Kecamatan Pringsurat, pada Minggu (25/1/2026).
Bupati Agus menambahkan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kerja sama lintas kabupaten Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang dalam mendukung sektor pertanian. Ia mengapresiasi partisipasi lebih dari 2.000 warga yang terlibat dalam pengerukan sedimen sepanjang sekitar 5 kilometer. “Ternyata yang gotong royong hari ini tidak hanya petani pemanfaat air, tetapi juga masyarakat luas. Sifat kebersamaan, kerelaan pikiran, dan tenaga seperti ini sangat layak dijadikan role model bagi daerah lain,” katanya.
Ketua Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) Dharma Tirta Soropadan, Kusnindaryanto, menjelaskan bahwa kegiatan pengerukan melibatkan warga dari 20 dusun yang tersebar di lima desa. Mereka bekerja sama membersihkan saluran irigasi yang merupakan infrastruktur bersejarah peninggalan tahun 1859. “Setiap dusun memikul tanggung jawab pengerukan sepanjang kurang lebih 300 meter,” jelas Kusnindaryanto.
Ia menambahkan bahwa pengerukan sedimen sangat mendesak karena ketebalan sedimen di beberapa titik telah mencapai 30 hingga 50 sentimeter, yang menghambat aliran air. Kondisi ini diperparah dengan jebolnya tanggul sepanjang 22 meter pada Desember 2025. “Sedimennya cukup tebal sehingga menghambat aliran air. Kami menggerakkan warga agar petani bisa segera menanam kembali untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Sebagai informasi, daerah irigasi Soropadan merupakan penopang utama pengairan sekitar 508 hektare sawah yang melintasi dua kabupaten. Di wilayah Kabupaten Temanggung, irigasi ini mengaliri Desa Rejosari, Pringsurat, Kebumen, dan Soropadan. Sementara di Kabupaten Magelang, aliran airnya mencakup Desa Ngabean, Krincing, dan Secang.

















