Headline.co.id, Jakarta ~ Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjadi sorotan dalam Musyawarah Besar IX Lamahu yang berlangsung di Menara Imperium, Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu (25/1/2026). Acara ini mengangkat tema “Mopolanggato Huyula: Revitalisasi Spirit Gotong Royong dalam Menghadapi Tantangan Global” dan menjadi ajang strategis bagi Gusnar untuk menyatukan tokoh dan diaspora Gorontalo dari berbagai profesi dalam satu visi besar pembangunan daerah.
Di hadapan para tokoh nasional dan masyarakat Gorontalo yang hadir, Gusnar Ismail mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam mendorong kemajuan Gorontalo. Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat tercapai jika dilakukan secara kolektif dengan semangat gotong royong dan keberpihakan nyata pada kepentingan rakyat. Pernyataan ini menjadi dasar dari pidatonya yang memaparkan sejumlah capaian penting.
Gusnar Ismail menjelaskan beberapa capaian Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinannya. Capaian tersebut meliputi pengelolaan sumber daya alam yang berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan, serta penguatan sektor pertambangan yang dikelola secara profesional. Di bidang pangan, ia menyoroti langkah konkret menuju kemandirian melalui program percetakan sawah baru dan pembangunan industri hilirisasi peternakan.
Transformasi IAIN Sultan Amai menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo serta pengembangan Bandara Gorontalo sebagai embarkasi haji juga disebutkan sebagai investasi untuk fondasi pertumbuhan jangka panjang wilayah tersebut. Kepemimpinan Gusnar Ismail dalam membawa Gorontalo mendapat apresiasi tinggi dari sejumlah tokoh nasional yang hadir.
Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dan mantan Panglima TNI Wiranto secara khusus memberikan pujian. Keduanya menilai Gusnar Ismail sebagai pemimpin yang membanggakan dan patut disyukuri. Mereka menilai gubernur mampu mengangkat potensi agromaritim, memperkuat kemandirian pangan, serta menjaga persatuan sebagai kunci utama mewujudkan Gorontalo yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (mcgorontaloprov/timkom)





















