Headline.co.id, Gorontalo ~ Kabupaten Gorontalo menggelar panen raya jagung di lokasi Yonif TP 824/MO’E’A sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo. Acara ini dihadiri oleh Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus dan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim yang mewakili Gubernur Gorontalo, pada Rabu (21/1/2026).
Panen ini merupakan hasil pertama dari pengelolaan lahan pertanian oleh Yonif TP 824, yang mendukung program pemerintah daerah. Lahan yang dipanen seluas delapan hektare dari total 18 hektare tanaman jagung yang telah dikembangkan.
Mayjen TNI Mirza Agus menyatakan bahwa panen ini menunjukkan peran aktif TNI dalam mendukung pemerintah daerah di sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa total lahan yang telah diolah mencapai sekitar 70 hektare dengan berbagai jenis komoditas. “Hari ini kami melaksanakan panen jagung dari 18 hektare lahan, dan delapan hektare dipanen sebagai demplot pertanian Yonif TP 824,” ujar Mirza.
Ia menambahkan bahwa hasil panen menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan diharapkan terus meningkat di masa mendatang. Pangdam menegaskan bahwa keterlibatan Yonif TP merupakan bagian dari tugas membantu pemerintah daerah di bidang pertanian dan peternakan.
Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim menyatakan bahwa panen raya ini merupakan bagian penting dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menilai kualitas jagung yang dipanen tergolong baik dan berpotensi mendukung kebutuhan pangan hingga ekspor. “Jagung yang kita panen hari ini kualitasnya bagus dan ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan Provinsi Gorontalo,” ujar Sofian.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendukung berbagai program yang mendorong peningkatan produksi jagung. Dukungan tersebut meliputi penyediaan bibit, pupuk, serta pembukaan lahan pertanian baru. Sofian juga menyebut bahwa Gorontalo masih menjadi salah satu provinsi andalan nasional untuk ekspor jagung. Ia berharap dengan dukungan pemerintah pusat, ekspor jagung dapat kembali dilakukan pada pertengahan tahun ini. “Mudah-mudahan hingga pertengahan Juni kita bisa kembali melakukan ekspor jagung seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Sofian.





















