Headline.co.id, Menteri Dalam Negeri Sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra ~ Muhammad Tito Karnavian, menyalurkan bantuan terpadu dari Presiden dan Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan fungsi pemerintahan, layanan publik, serta aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
Bantuan dari Presiden Republik Indonesia berupa sembilan unit skid steer loader disalurkan untuk mempercepat pembersihan lumpur di permukiman. Alat ini dirancang agar dapat menjangkau gang-gang sempit tanpa merusak bangunan warga. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri memberikan dukungan berupa 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong (lori), 1.000 sekop, dan 1.000 cangkul.
Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Tito Karnavian yang didampingi oleh Bupati Armia Pahmi, menegaskan bahwa Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup berat akibat bencana. Banjir dan lumpur melanda pusat pemerintahan serta berbagai fasilitas publik. “Aceh Tamiang adalah salah satu daerah yang terdampak, cukup berat, karena ibu kotanya yang terkena banjir dan lumpur-lumpur masih banyak. Ada pemerintahan, kantor pemerintahan yang terdampak, fasilitas publik, rumah sakit, pendidikan, pasar, termasuk rumah penduduk, dan lain-lain,” jelas Tito.
Sejak hari pertama pascabencana, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, didukung berbagai kementerian dan lembaga, terus bekerja secara gotong royong. Hasilnya, kondisi Aceh Tamiang kini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan masa awal bencana. Tito menambahkan bahwa percepatan pemulihan perlu diperkuat dengan penambahan alat-alat berat dan personel di lapangan. Dukungan pasukan telah ditingkatkan, terutama dari TNI dan Polri, serta keterlibatan personel dari sekolah-sekolah kedinasan.
Dari sisi anggaran, Tito menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dukungan keuangan, seperti dari Kementerian Sosial untuk biaya harian Rp15 ribu, biaya perabotan Rp3 juta, dan stimulan ekonomi Rp5 juta. Selain itu, anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 dikembalikan seperti tahun 2025, dengan total lebih dari Rp10 triliun untuk tiga provinsi terdampak, termasuk Aceh. “Sekali lagi [semoga] sumbangan atau bantuan dari Bapak Presiden ini kiranya bisa meringankan dan bisa percepat pemulihan di Aceh Tamiang ini. Satu-satunya pemerintahan yang belum berjalan normal sepenuhnya, kalau selain itu sudah normal,” pungkas Tito.























