Headline.co.id, Kulon Progo ~ Warga bersama petugas Polsek Kalibawang menemukan kerangka manusia di area tegalan Gunung Tugel, Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kerangka tersebut diduga merupakan DSU (27), warga Banjarharjo yang dilaporkan meninggalkan rumah sejak 27 Desember 2025. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri di lokasi yang jarang dilalui warga. Proses evakuasi dan penanganan dilakukan oleh kepolisian bersama tim Inafis dan PMI.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, dalam keterangan tertulis kepada Headline.co.id, menjelaskan bahwa penemuan bermula saat petugas Polsek Kalibawang bersama warga mendatangi lokasi yang diduga menjadi titik penemuan kerangka manusia. “Sekira pukul 15.00 WIB, petugas polsek Kalibawang bersama warga sekitar mendatangi dan mencari lokasi penemuan kerangka manusia dan kemudian ditemukan di atas tegalan Gunung Tugel,” ujar Iptu Sarjoko.
Saat pertama kali ditemukan, kondisi kerangka sudah tidak utuh. Bagian kepala terpisah dari kerangka atau tulang badan dengan jarak sekitar satu meter. Namun, pada bagian tubuh korban masih terdapat jaringan yang belum sepenuhnya menjadi tulang akibat proses pembusukan. Setelah dilakukan pendataan di lokasi, kerangka tersebut dievakuasi turun oleh petugas Polsek Kalibawang bersama tim Inafis Polres Kulon Progo dan PMI untuk penanganan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada identitas korban yang diduga kuat adalah DSU (27), warga Banjarharjo. Korban diketahui meninggalkan rumah pada Sabtu, 27 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WIB dengan berjalan kaki mengenakan jaket hitam dan celana jeans biru abu-abu. Keterangan ini diperkuat oleh pengakuan pihak keluarga yang meyakini bahwa kerangka manusia yang ditemukan tersebut adalah anggota keluarga mereka.
“Dari hasil penyelidikan sementara, korban adalah saudara DSU, alamat Banjarharjo, yang telah meninggalkan rumah sejak 27 Desember 2025. Hal tersebut juga dikuatkan oleh keterangan keluarga,” jelas Iptu Sarjoko.
Petugas juga menemukan adanya tali simpul di dekat lokasi korban, yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Lokasi kejadian berada di kawasan gunung yang jarang didatangi masyarakat, sehingga keberadaan korban baru diketahui setelah lebih dari tiga pekan sejak dinyatakan meninggalkan rumah.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukannya pemeriksaan medis lanjutan maupun autopsi terhadap korban. Selanjutnya, jenazah diserahkan oleh petugas kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
“Keluarga telah menerima atas musibah ini dan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan medis maupun otopsi. Korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tutup Iptu Sarjoko.




















