Headline.co.id, Gorontalo ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menginisiasi Pekan Edukasi Gizi yang akan menyasar 1.456 sekolah di seluruh provinsi. Program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam upaya promotif dan preventif untuk mengatasi permasalahan gizi masyarakat, terutama sejak usia sekolah.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyatakan bahwa pendekatan melalui sekolah dan tempat ibadah dipilih sebagai strategi efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Melalui edukasi gizi di sekolah dan masjid, kami ingin memastikan pesan gizi tidak hanya dipahami oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat luas,” ujar Anang setelah rapat Panitia Peringatan Hari Gizi Nasional, Selasa (20/01/2026).
Untuk mendukung pelaksanaan edukasi yang komprehensif, Dinkes P2KB Gorontalo bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi Gorontalo dan Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan materi edukasi yang berbasis ilmiah namun aplikatif, dengan tenaga gizi dari Persagi serta dosen dan mahasiswa Poltekkes yang akan berperan sebagai edukator di berbagai kegiatan.
Pekan Edukasi Gizi tidak hanya berfokus pada lingkungan sekolah, tetapi juga akan diperluas melalui Edukasi Gizi Serentak berbasis keagamaan yang direncanakan berlangsung di masjid-masjid pada Jumat (30/1/2026). Pesan-pesan mengenai gizi seimbang, pencegahan anemia dan stunting, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat akan disampaikan dalam khutbah dan tausiyah Jumat.
Dengan cakupan yang luas dan pendekatan multidimensi, Pekan Edukasi Gizi diharapkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dalam kehidupan pendidikan dan sosial-keagamaan masyarakat Gorontalo, melampaui sekadar peringatan seremonial Hari Gizi Nasional. (mcgorontaloprov/titi/ilb/nancy)





















