Headline.co.id, Sikka ~ Maumere. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dilaksanakan dengan sukses pada Senin (19/1/26). Ribuan porsi makanan bergizi disalurkan kepada peserta didik, tenaga pendidik, dan sasaran Posyandu. Program ini merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia dan dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi generasi penerus bangsa, terutama di daerah terpencil.
Penyaluran makanan bergizi di Kabupaten Sikka dimulai pukul 08.30 WITA dan berakhir pukul 13.30 WITA, berlangsung dengan aman dan tertib. Untuk memastikan kelancaran kegiatan, personel Unit II Sat Intelkam Polres Sikka melakukan pemantauan langsung di berbagai titik distribusi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam program ini adalah bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Polri hadir untuk memastikan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis berjalan aman, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga wujud dukungan terhadap peningkatan kualitas generasi muda,” ujar Kombes Pol Henry.
Badan Gizi Nasional merekomendasikan 13 Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di berbagai kecamatan di Kabupaten Sikka sebagai pusat distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan Posyandu. Dari total 37.279 penerima manfaat yang terdata, sebanyak 33.683 penerima telah mendapatkan makanan bergizi pada hari pelaksanaan. Penyaluran dilakukan bertahap sesuai kapasitas dapur, dengan menu makanan basah bergizi yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, dan buah sesuai standar nasional.
Program MBG menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak usia dini (PAUD dan TK), siswa SD hingga SMA/SMK, siswa berkebutuhan khusus (SLB), guru, tenaga kependidikan, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Posyandu. Distribusi menjangkau kecamatan strategis seperti Alok, Alok Timur, Alok Barat, Lela, Kangae, Kewapante, Nita, dan Koting, menunjukkan kehadiran negara hingga ke wilayah pinggiran.
Kehadiran Dapur SPPG baru Sikka Alok 004 – Yayasan Atoin Nusa Amasat di Kecamatan Alok memperkuat jaringan distribusi, melayani 1.146 penerima manfaat sejak hari pertama operasional. Menurut Kabidhumas Polda NTT, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kolaborasi Badan Gizi Nasional, yayasan pengelola dapur, tenaga gizi, pemerintah daerah, dan pengawasan Polri memastikan program ini berjalan optimal tanpa gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, tidak ditemukan kendala menonjol maupun gangguan keamanan. Monitoring oleh aparat kepolisian memberikan rasa aman bagi penyelenggara dan masyarakat penerima manfaat. Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka menjadi bukti nyata kehadiran negara, dari dapur pelayanan hingga meja makan anak-anak sekolah. Dengan perluasan dapur gizi dan meningkatnya jumlah penerima manfaat, program ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, dimulai dari pemenuhan gizi yang berkualitas hari ini.



















