Headline.co.id, Jakarta ~ Peternakan menjadi salah satu sektor strategis dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan maupun skala menengah. Beragam jenis hewan ternak dapat dipilih sesuai tujuan usaha, luas lahan, serta kemampuan perawatan. Mulai dari kambing, ayam, hingga lebah madu, setiap ternak memiliki nilai ekonomi dan manfaat produksi berbeda. Daftar berikut merangkum sembilan hewan ternak paling menguntungkan dan sering dipilih masyarakat, dilansir Liputan6.com dari AZ Animals, Selasa (20/1/2025).
Pemilihan ternak perlu mempertimbangkan lokasi lahan, ketersediaan pakan, fokus produksi, serta kesiapan modal dan tenaga. Bagi pemula, ternak dengan tingkat perawatan rendah dan kebutuhan lahan terbatas menjadi pilihan ideal.
Kambing, Ternak Multifungsi untuk Daging dan Susu
Kambing menjadi salah satu ternak unggulan karena menghasilkan daging, susu, dan serat. Selain itu, kambing membantu membersihkan semak di sekitar lahan. Susu kambing dikenal lebih mudah dicerna, terutama bagi penderita intoleransi laktosa.
Pakan kambing meliputi jerami, dedaunan, sayuran, hingga sisa dapur. Meski demikian, kambing memerlukan kandang dan pagar khusus serta perawatan kesehatan yang ketat karena rentan penyakit.
Bebek, Pilihan Mudah Dirawat dan Produktif Telur
Bebek termasuk ternak dengan perawatan sederhana dan cocok untuk pemula. Seekor bebek mampu menghasilkan sekitar 200–300 butir telur per tahun. Selain telur dan daging, bebek juga membantu mengendalikan hama kebun.
Kebutuhan utama bebek adalah kandang, kolam kecil, dan pagar. Namun, bebek bersifat teritorial sehingga membutuhkan ruang gerak cukup. Bebek jenis Pekin banyak dipilih karena unggul dalam produksi telur dan daging.
Sapi, Produksi Susu dan Daging Skala Besar
Sapi ideal untuk peternakan skala menengah hingga besar, terutama untuk produksi susu dan daging. Namun, ukurannya yang besar menuntut penanganan serius dan perhatian keselamatan.
Pemilihan ras sapi harus disesuaikan dengan tujuan usaha. Setiap sapi membutuhkan padang rumput berkualitas, jerami, air bersih, kandang, serta naungan yang memadai.
Ayam, Ternak Favorit Masyarakat Perkotaan
Ayam menjadi ternak paling populer karena mudah dirawat dan adaptif di lingkungan pinggiran kota. Ayam menghasilkan daging, telur, serta pupuk alami dari kotorannya.
Pakan ayam dapat berupa biji-bijian, sisa dapur, serangga, dan gulma. Kandang harus dijaga kebersihannya serta aman dari predator agar produktivitas tetap optimal.
Kelinci, Cepat Berkembang dan Hemat Lahan
Kelinci cocok bagi pemula karena mudah dirawat dan memiliki tingkat reproduksi tinggi. Dua induk betina dan satu jantan bahkan dapat menghasilkan hingga 180 pon daging per tahun.
Selain daging, kelinci menghasilkan bulu dan pupuk. Kelinci bersifat sosial dan membutuhkan kandang aman atau sistem lepas dengan perlindungan.
Domba, Cocok Pemula dengan Hasil Wol dan Susu
Domba relatif mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Produk utama domba meliputi daging, susu, dan wol. Susu domba dikenal berkualitas tinggi untuk bahan keju.
Domba sebaiknya dipelihara secara berkelompok karena tidak cocok hidup sendiri.
Puyuh, Ternak Mini untuk Halaman Rumah
Puyuh membutuhkan ruang kecil, tidak berisik, dan cocok untuk lingkungan perumahan. Unggas ini mulai bertelur pada usia sekitar delapan minggu dan cepat menghasilkan.
Puyuh membutuhkan pakan berprotein tinggi dan sebaiknya dipisahkan dari unggas lain untuk menjaga produktivitas.
Lebah Madu, Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Lebah madu menghasilkan madu, lilin, dan produk turunan bernilai jual tinggi. Perawatannya relatif minim, namun tidak direkomendasikan bagi pemula karena sensitif terhadap perubahan cuaca dan bahan kimia.
Peternak disarankan belajar dari komunitas atau mentor untuk meminimalkan risiko kegagalan.
Tips Memilih Hewan Ternak Sesuai Lahan dan Tujuan
Ayam, bebek, kelinci, dan puyuh menjadi rekomendasi utama bagi pemula karena mudah dirawat dan tidak memerlukan lahan luas. Sementara itu, ayam, kambing, sapi, babi, dan lebah madu dinilai paling menguntungkan dari sisi nilai ekonomi.
Sebelum memulai beternak, penting mempertimbangkan tujuan usaha, luas lahan, biaya pakan, waktu perawatan, serta tingkat pengalaman agar usaha berjalan optimal dan berkelanjutan.





















