Headline.co.id, Malang ~ SMK Penerbangan Singosari terus menegaskan perannya sebagai sekolah kejuruan unggulan di bidang kedirgantaraan dengan mencetak ribuan lulusan siap kerja di sektor penerbangan, industri manufaktur, hingga lembaga pemerintahan. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini (YASARINI) Cabang Lanud Abdulrachman Saleh ini telah berdiri sejak 12 Januari 1968 dan berfokus menyiapkan tenaga teknis profesional. Komitmen penguatan kompetensi dilakukan melalui kurikulum berbasis teknologi penerbangan, fasilitas praktik modern, serta kemitraan aktif dengan dunia usaha dan industri. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri aviasi yang menuntut sumber daya manusia terampil, disiplin, dan berdaya saing global.
Sejak awal pendiriannya, SMK Penerbangan Singosari memiliki tujuan mencetak tenaga teknis andal di bidang penerbangan, baik untuk sektor sipil maupun militer. Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, sekolah ini telah meluluskan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai maskapai, TNI Angkatan Udara, industri manufaktur, serta instansi pemerintah.
Visi sekolah adalah menjadi lembaga pendidikan kejuruan yang unggul dalam mencetak tenaga profesional di bidang kedirgantaraan, berakhlak mulia, dan siap bersaing secara global. Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah menjalankan misi penyelenggaraan pendidikan berbasis teknologi penerbangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri (DUDI), serta penanaman karakter disiplin, tanggung jawab, dan nasionalisme.
Dalam proses pembelajaran, SMK Penerbangan Singosari membuka dua program keahlian utama yang menyesuaikan kebutuhan industri kedirgantaraan, yaitu Airframe and Powerplant (AFP) serta Avionic Electric Instrument (AEI). Program AFP membekali siswa dengan kompetensi perawatan dan perbaikan struktur badan pesawat serta sistem mesin, mulai dari aerodinamika dasar, sistem bahan bakar dan pelumasan, mesin turbin dan piston, hingga teknik sheet metal dan pengelasan. Sementara itu, program AEI berfokus pada sistem kelistrikan, navigasi, dan instrumentasi pesawat, termasuk penguasaan sistem listrik AC dan DC, komponen elektronik pesawat, sistem komunikasi dan navigasi, serta kemampuan troubleshooting melalui simulasi panel instrumen.
Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum Merdeka dengan penekanan pada pembelajaran berbasis proyek, penguatan profil pelajar Pancasila, serta integrasi langsung dengan kebutuhan industri. Kurikulum tersebut dipadukan dengan program sertifikasi keahlian teknis dari lembaga pelatihan dan mitra industri, sehingga lulusan memiliki sertifikat kompetensi bidang AEI atau AFP, sertifikat magang industri, serta sertifikat kepribadian dan kedisiplinan.
Untuk menunjang pembelajaran praktik, sekolah menyediakan fasilitas lengkap dan modern, antara lain hanggar pesawat sebagai ruang praktik utama, pesawat latih, workshop AEI dan AFP, laboratorium listrik dan elektronika, teaching factory untuk simulasi industri, laboratorium CBT, perpustakaan kedirgantaraan, kelas multimedia, serta sarana pendukung seperti masjid, lapangan olahraga, dan kantin siswa.
Penguatan kompetensi siswa juga dilakukan melalui program kerja sama industri dan praktik kerja lapangan (PKL). SMK Penerbangan Singosari menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi, di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, PT Dirgantara Indonesia, TNI AU, POLRI, ATKP Surabaya, BLK Singosari, serta Bandara Abdulrachman Saleh. Melalui kerja sama ini, siswa memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja yang relevan sehingga lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus.
Dari sisi mutu pendidikan, sekolah telah mengantongi Akreditasi A dari BAN-SM sebagai bentuk pengakuan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Capaian ini memperkuat posisi SMK Penerbangan Singosari sebagai salah satu rujukan pendidikan vokasi bidang kedirgantaraan di Indonesia.
Selain fokus pada pendidikan formal, sekolah juga membangun kekuatan jejaring melalui Komunitas Alumni SMK Penerbangan Singosari. Komunitas ini menjadi wadah resmi bagi para lulusan lintas angkatan untuk tetap terhubung, berbagi informasi peluang kerja, bertukar pengalaman industri, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seminar, dan pelatihan pengembangan karier.
“Kami percaya bahwa ikatan antar alumni adalah aset berharga. Melalui komunitas ini, para alumni dapat saling mendukung, menginspirasi generasi penerus, dan memperkuat kontribusi di dunia penerbangan,” demikian pernyataan dari pengelola komunitas alumni SMK Penerbangan Singosari.
Dengan jaringan alumni yang tersebar di berbagai maskapai, bandara, institusi penerbangan, hingga sektor pemerintahan dan swasta, sekolah optimistis mampu terus menjaga reputasi sebagai pencetak teknisi penerbangan yang profesional, tangguh, dan berintegritas. Ke depan, penguatan kolaborasi industri dan pengembangan kualitas lulusan tetap menjadi prioritas utama untuk menjawab tantangan industri aviasi yang semakin kompetitif.






















