Headline.co.id, Serang ~ Wisata Agro Bukit Waruwangi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Serang yang menawarkan panorama alam pegunungan hingga laut, dengan harga tiket terjangkau dan beragam aktivitas keluarga. Berlokasi di Desa Bantarwangi, Kecamatan Cinangka, kawasan wisata seluas sekitar 100 hektare ini resmi dioperasikan sejak 2019 dan diresmikan Pemerintah Kabupaten Serang pada 7 Juli 2020. Pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Anak Krakatau, Pantai Anyer, hingga hamparan perbukitan sambil mengikuti berbagai wahana rekreasi. Kehadiran wisata agro ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata daerah.
Lokasi dan Akses Menuju Wisata Agro Bukit Waruwangi
Kawasan Wisata Agro Bukit Waruwangi berada di wilayah tiga desa, yakni Bantarwangi, Bantarwaru, dan Cibojong. Akses menuju lokasi relatif mudah, baik dari arah Anyer dengan patokan Pondok Pesantren Nurul Fikri Cinangka, maupun dari arah Serang melalui Pasar Padarincang. Dari gerbang utama, pengunjung masih menempuh jalan selebar sekitar empat meter hingga mencapai area perbukitan utama.
Gapura masuk dirancang menyerupai batang pohon dan papan kayu dengan tulisan “Bukit Waruwangi” di bagian atas. Setelah melewati gerbang tersebut, pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan, perbukitan, Pantai Anyer, serta Gunung Krakatau dari sisi yang berbeda, terutama saat cuaca cerah.
Dukungan Pemda Serang untuk Pengembangan Wisata Agro
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, saat peresmian pada Selasa (7/7/2020), menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata agro tersebut. Ia menilai keberadaan Wisata Agro Bukit Waruwangi dapat melengkapi pilihan destinasi wisata di Serang yang tidak hanya mengandalkan wisata pantai, tetapi juga wisata pegunungan.
“Saya atas nama pribadi dan pemda menyambut baik investor yang telah berinvestasi di Kabupaten Serang. Ini mimpinya kami, punya wisata agro, dekat dari sini juga ada Pantai Anyer, Cinangka ini bisa menjadi pilihan destinasi wisata pegunungan yang luar biasa,” ujar Tatu kepada wartawan.
Menurut Tatu, pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata. “Ruas jalan sepanjang 10 kilometer menuju jalur wisata agro ini akan dibangun multiyear, tahun ini dan tahun depan selesai dibangun,” katanya.
Sinergi UMKM dan Program Budaya di Wisata Agro Bukit Waruwangi
Pemda Serang juga mendorong sinergi dengan investor untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan UMKM serta program budaya. Produk kuliner khas daerah akan difasilitasi agar dapat dipasarkan kepada wisatawan.
“Tadi disampaikan pihak investor menyiapkan warung-warung, pemda juga harus mengakses melalui Diskoperindag agar masyarakat diberi pelatihan. Tamu dari luar pasti ingin tahu khas makanan Kabupaten Serang,” ungkap Tatu.
Ke depan, pemerintah daerah juga merencanakan pagelaran seni dan tari untuk menyambut wisatawan. “Itu program pemda agar tidak menjadi beban investor, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” tambahnya.
Sejarah Pengembangan Wisata Agro Bukit Waruwangi
Owner Wisata Agro Bukit Waruwangi, Siswono Yudo Husodo, menjelaskan bahwa kawasan ini awalnya merupakan area peternakan sapi dan kerbau sejak 2015. Ia menilai potensi alam Kabupaten Serang sangat mendukung pengembangan peternakan nasional.
“Tidak pantas negara dengan alam lahan yang berlimpah masih impor sapi. Karena itu saya memberanikan diri mengembangkan sapi dan kerbau sebanyak-banyaknya agar menggemukkan rakyat,” ujar Siswono.
Seiring meningkatnya kunjungan masyarakat untuk berfoto dan menikmati panorama, pihak pengelola kemudian mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata agro terpadu.
“Setelah itu kami meminta izin kepada Pemda Serang dan langsung membangun tempat ini. Banyak anak muda datang setiap hari, apalagi akhir pekan, menikmati keindahan alam Kabupaten Serang,” katanya.
Panorama Gunung Krakatau dan Selat Sunda Jadi Daya Tarik Utama
Dari kawasan perbukitan, wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Krakatau, Pulau Sangiang, Selat Sunda, serta jajaran pegunungan seperti Gunung Karang dan Gunung Pulosari. Pemandangan ini menjadi daya tarik utama, terutama saat matahari terbit dan terbenam.
“Kita juga menyediakan Pojok Kopi Rangkong, dari situ bisa menyaksikan Selat Sunda dan Gunung Krakatau. Sudah populer sekali di sore hari wisatawan menikmati matahari terbenam,” papar Siswono.
Fasilitas Lengkap dan Aktivitas Keluarga di Wisata Agro Bukit Waruwangi
Wisata Agro Bukit Waruwangi menyediakan beragam fasilitas, antara lain kolam renang anak dan dewasa, saung restoran, penginapan Pondok Waruwangi, area perkemahan, hutan wisata seluas sekitar lima hektare, serta jalur olahraga alam.
Pengunjung juga dapat menikmati aktivitas berkuda, flying fox, hingga memberi makan satwa seperti rusa, sapi, dan kambing. Aktivitas edukatif ini dinilai cocok untuk wisata keluarga.
“Kawasan ini juga memiliki sungai alami sehingga wisatawan bisa menikmati suara gemericik air dan kicau burung,” kata Siswono.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Bukit Waruwangi
Harga tiket masuk wisata agro Bukit Waruwangi relatif terjangkau, mulai Rp5.000 per orang. Tarif parkir motor Rp5.000 dan mobil Rp15.000.
Biaya tambahan berlaku untuk wahana tertentu, seperti kolam renang sekitar Rp15.000–Rp20.000 dan flying fox sekitar Rp25.000 per orang.
Jam operasional umumnya pukul 08.00–17.00 WIB, sementara pada akhir pekan beberapa fasilitas dapat beroperasi hingga malam hari.






















