Headline.co.id, Sleman ~ Seorang pria berinisial MR ditemukan meninggal dunia dengan dugaan gantung diri di kawasan Gunung Wangi, Padukuhan Krasaan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Rabu (14/01/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui dari laporan warga kepada kepolisian, sehingga petugas gabungan Polresta Sleman langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis. Kasus ini saat ini dalam penanganan kepolisian.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Salamun, menjelaskan bahwa informasi awal diterima secara tertulis dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya seorang pria meninggal dunia di kawasan tersebut.
“Gabungan piket fungsi Polresta Sleman mendatangi TKP penemuan seorang laki-laki meninggal dunia dengan cara gantung diri di kawasan Gunung Wangi, Padukuhan Krasaan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Rabu sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Iptu Salamun kepada Headline Media.
Menurut keterangan saksi WY dan MW, kejadian bermula ketika saksi WY didatangi seseorang yang mengaku berasal dari wilayah Piyungan. Orang tersebut menanyakan keberadaan sebuah gardu di area Gunung Wangi dan kemudian memperlihatkan foto melalui telepon genggam yang menunjukkan seorang pria diduga meninggal dunia dengan cara gantung diri. Informasi tersebut selanjutnya disampaikan saksi WY kepada saksi MW, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Berbah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Berbah bersama piket pawas, piket fungsi gabungan, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Jogotirto segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan olah TKP. Langkah ini dilakukan guna memperoleh gambaran awal terkait peristiwa yang terjadi serta mengamankan area sekitar lokasi penemuan.
Hasil pemeriksaan awal dari tim medis Puskesmas Berbah menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 72 hingga 96 jam sebelum ditemukan. Kondisi jenazah saat ditemukan telah mengalami pembusukan lanjut. “Dari pemeriksaan awal tim medis, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar 72–96 jam sebelum ditemukan,” terang Iptu Salamun.
Setelah proses identifikasi awal di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sebagai bagian dari penanganan kasus.
Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kejadian serupa atau hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, agar dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.





















