Headline.co.id, Jakarta ~ Ungkapan “syafakillah” kerap terdengar di tengah masyarakat Muslim Indonesia ketika mendoakan orang yang sedang sakit. Istilah ini digunakan oleh umat Islam, baik dalam percakapan sehari-hari, media sosial, maupun acara keagamaan, sebagai bentuk doa dan dukungan spiritual. Dalam ajaran Islam, syafakillah bermakna permohonan kesembuhan kepada Allah SWT bagi lawan bicara perempuan, yang diucapkan kapan saja saat menjenguk atau berkomunikasi dengan orang sakit. Pemahaman makna dan penggunaannya menjadi penting agar doa disampaikan secara tepat dan sesuai tuntunan.
Syafakillah sebagai Doa Kesembuhan dalam Islam
Syafakillah berasal dari bahasa Arab yang berarti “semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu.” Ungkapan ini digunakan sebagai doa langsung kepada seseorang yang sedang sakit, khususnya perempuan. Dalam praktiknya, syafakillah tidak hanya merujuk pada kesembuhan fisik, tetapi juga mencakup ketenangan hati, perlindungan dari bahaya, serta keberkahan hidup.
Dalam kehidupan umat Islam di Indonesia, ucapan ini lazim disampaikan dalam berbagai situasi, mulai dari percakapan pribadi, pesan singkat, hingga kegiatan keagamaan seperti tahlilan atau pertemuan keluarga. Selain sebagai doa, syafakillah juga menjadi sarana dukungan moral dan spiritual dari keluarga, sahabat, maupun komunitas kepada orang yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Makna Syafakillah dan Hubungan Spiritual dengan Tuhan
Makna syafakillah mencerminkan hubungan spiritual yang erat antara manusia dengan Allah SWT. Doa ini menegaskan keyakinan bahwa kesembuhan sejati bersumber dari Tuhan. Dalam konteks ini, syafakillah bukan sekadar ucapan, melainkan wujud kepedulian, empati, dan pengharapan akan perlindungan Ilahi.
Dalam banyak kesempatan, masyarakat juga menambahkan doa pelengkap, seperti, “Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman,” yang berarti, “Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.” Tambahan doa tersebut memperkuat harapan akan kesembuhan yang sempurna.
Perbedaan Syafakillah dan Syafakallah
Selain syafakillah, dikenal pula istilah syafakallah. Keduanya memiliki makna yang sama, yakni doa agar Allah memberikan kesembuhan. Perbedaannya terletak pada subjek penerima doa.
Syafakillah digunakan untuk lawan bicara perempuan, dengan arti:
“Semoga Allah menyembuhkanmu (untuk perempuan).”
Sementara syafakallah digunakan untuk lawan bicara laki-laki, dengan arti:
“Semoga Allah menyembuhkanmu (untuk laki-laki).”
Keduanya diucapkan secara langsung kepada orang yang sakit, baik melalui tatap muka, pesan tertulis, maupun komunikasi jarak jauh seperti telepon.
Dasar Hadis tentang Doa Kesembuhan
Ucapan syafakillah dan syafakallah bersumber dari doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman.”
Artinya:
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia. Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” (HR Bukhari dan Muslim)
Doa tersebut menjadi dasar penggunaan syafakillah dan syafakallah sebagai bentuk doa kesembuhan yang singkat namun bermakna.
Contoh Bacaan Lengkap Doa Syafakallah
Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW juga mengucapkan doa berikut saat menjenguk orang sakit:
شَفَكَ اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Transliterasi:
Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afaka fi dinika wa jismika ila muddati ajalika.
Artinya:
“Semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan memberikan kesehatan dalam agama serta tubuhmu hingga akhir usia.”
Doa ini menunjukkan bahwa permohonan kesembuhan juga disertai harapan akan ampunan dan kesehatan lahir batin.
Cara Membalas Ucapan Syafakillah dan Variasinya
Dalam praktik sehari-hari, ucapan syafakillah dapat dibalas dengan ungkapan doa yang baik dan penuh makna. Balasan sederhana bisa berupa doa kebaikan atau ucapan terima kasih yang disertai harapan keberkahan. Selain syafakillah dan syafakallah, terdapat pula variasi ucapan seperti syafahallah dan syafahullah, yang digunakan sesuai konteks subjek orang yang didoakan.
Secara umum, keempat istilah tersebut tetap bermuara pada tujuan yang sama, yakni memohon kesembuhan dan perlindungan dari Allah SWT bagi orang yang sedang sakit.
Syafakillah dalam Budaya Muslim Indonesia
Dalam budaya masyarakat Muslim Indonesia, syafakillah tidak hanya digunakan dalam konteks individual, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ucapan ini kerap terdengar dalam acara tahlilan, doa bersama, atau kunjungan keluarga kepada orang sakit. Selain sebagai doa, syafakillah menjadi simbol kepedulian sosial dan solidaritas antaranggota masyarakat.
Penggunaan istilah ini juga semakin meluas melalui media sosial, di mana masyarakat saling mendoakan ketika mengetahui kabar seseorang yang sedang sakit.
Dengan demikian, arti syafakillah dalam Islam adalah doa agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada seseorang, khususnya perempuan, yang sedang sakit. Ucapan ini memiliki dasar kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari tradisi doa umat Islam. Perbedaannya dengan syafakallah terletak pada jenis kelamin penerima doa, sementara maknanya tetap sama, yakni memohon kesembuhan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.






















