Headline.co.id, Jakarta ~ Polres Aceh Tengah memastikan bantuan dan perhatian tetap tersalurkan kepada warga di wilayah terpencil meskipun akses jalan mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Pada Jumat, 9 Januari 2026, tim yang dipimpin oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., bergerak dari Mapolres Aceh Tengah sejak pukul 10.00 WIB untuk menyalurkan bantuan ke sejumlah kampung di Kecamatan Bintang.
Sebanyak 40 unit kendaraan roda dua khusus trail dikerahkan dalam misi ini, terdiri dari 20 unit milik personel Polres Aceh Tengah dan 20 unit dari Komunitas Trail “Tragong” Aceh Tengah. Setiap kendaraan membawa bantuan berupa 120 paket sembako, 450 potong pakaian layak pakai, 150 handuk, 300 set perlengkapan sekolah, dan 300 jaket.
Kerusakan jalan akibat bencana membuat perjalanan yang biasanya ditempuh dalam satu jam kini memakan waktu tujuh hingga delapan jam dengan sepeda motor trail. Tim harus melewati jalan sempit yang terputus, tanjakan dan turunan terjal, serta permukaan jalan yang licin karena lumpur, termasuk beberapa titik longsor. Di beberapa lokasi, jalur hanya dapat dilalui dengan sangat hati-hati karena diapit jurang di kedua sisi.
Setelah perjalanan panjang, rombongan tiba di Kampung Jamur Konyel sebagai titik pertama. Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat dengan rincian 40 paket sembako, 150 potong pakaian, 50 handuk, 100 set perlengkapan sekolah, dan 100 jaket. Kegiatan dilanjutkan ke Kampung Atu Payung dan Kampung Serule dengan jumlah bantuan yang sama di setiap kampung.
Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang rusak. Anak-anak sudah mulai kembali bersekolah meskipun sarana dan mobilitas belum sepenuhnya pulih. Penyaluran perlengkapan sekolah dilakukan untuk mendukung anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar di tengah kondisi pascabencana.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi warga tetap terpantau. “Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit. Anak-anak sudah mulai bersekolah, dan itu perlu kita dukung bersama. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bantuan sampai dan warga tetap terpantau,” ujar Kapolres.
Selain penyaluran logistik, personel Polres Aceh Tengah juga menyempatkan diri menyapa warga, mendengarkan keluhan, serta memastikan situasi keamanan dan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil. Setelah seluruh bantuan tersalurkan, tim kembali ke Mapolres Aceh Tengah dan tiba pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.
Kapolres Aceh Tengah berharap adanya percepatan pembukaan kembali akses jalan, pemulihan sarana komunikasi dan penerangan, serta dukungan layanan kesehatan terpadu agar masyarakat di wilayah terpencil dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.


















