Headline.co.id, Bogor ~ Tidak jauh dari hiruk-pikuk Jakarta, Kebun Wisata Pasirmukti menawarkan pengalaman wisata berbasis alam dan pertanian yang berbeda dari kebanyakan destinasi rekreasi. Berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, kawasan agrowisata ini menjadi pilihan keluarga, sekolah, hingga komunitas yang ingin berlibur sambil belajar. Dibuka untuk umum sejak awal 2000-an dan dikelola secara profesional, Kebun Wisata Pasirmukti menghadirkan beragam aktivitas edukatif seperti bermain lumpur, menanam padi, hingga berkebun hidroponik. Konsep wisata ini menggabungkan rekreasi, edukasi, dan pelestarian nilai-nilai pedesaan dalam satu kawasan terpadu seluas kurang lebih 15 hektar.
Baca juga: Wisata Jati Sewu Gresik, Review Destinasi Keluarga Seru di Tengah Hutan Jati
Sekilas Tentang Kebun Wisata Pasirmukti
Kebun Wisata Pasirmukti merupakan kawasan agrowisata pertanian dan perkebunan yang berada di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Akses menuju lokasi terbilang mudah, hanya sekitar 60 menit perjalanan dari pusat Kota Jakarta, menjadikannya destinasi favorit untuk liburan singkat akhir pekan.
Dari pengalaman langsung berkunjung, kesan pertama yang terasa begitu memasuki area kebun adalah suasana pedesaan yang masih alami. Hamparan sawah, kebun buah, dan pepohonan hijau mendominasi lanskap, sangat kontras dengan pemandangan beton dan gedung tinggi di perkotaan. Udara relatif lebih sejuk, dengan aroma tanah basah dan vegetasi yang kuat, menghadirkan sensasi “pulang ke desa” yang kini semakin jarang dirasakan.
Baca juga: Kampoeng Wisata De Berran, Hidden Gem Wisata Keluarga di Kota Batu dengan Kolam Mata Air Alami
Sejarah Panjang yang Berangkat dari Hobi Berkebun
Keberadaan Kebun Wisata Pasirmukti tidak lepas dari sosok Emily Turanggan. Pada tahun 1979, semasa menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Emily mulai menekuni hobi berkebun dan menanam anggrek di atas lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi. Seiring waktu, lahan tersebut diperluas dengan membeli tanah pertanian milik warga sekitar.
Awalnya, kebun ini hanya dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi keluarga dan sahabat. Namun, minat yang terus tumbuh mendorong kebun ini dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 2001. Dua tahun berselang, tepatnya pada 2003, pengelolaan dilakukan secara profesional di bawah naungan PT Kebun Pasirmukti. Sejak saat itu, konsep agrowisata mulai dikembangkan secara serius, hingga kawasan ini tumbuh dari lima hektar menjadi sekitar 15 hektar seperti sekarang.
Panorama Pedesaan yang Menjadi Daya Tarik Utama
Sebagai jurnalis traveler, salah satu nilai lebih Kebun Wisata Pasirmukti terletak pada konsistensinya menjaga karakter pedesaan. Panorama sawah, kebun sayur, kolam ikan, hingga peternakan kecil menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan ini. Tidak ada wahana buatan yang berlebihan, semuanya dirancang agar pengunjung benar-benar merasakan kehidupan desa.
Bagi wisatawan keluarga, suasana ini memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk bermain di alam terbuka. Sementara bagi orang dewasa, suasana tenang dan jauh dari kebisingan kota menjadi sarana relaksasi yang efektif.
Baca juga: 20 Pilihan Wisata Temanggung yang Cocok untuk Liburan Keluarga di Jawa Tengah
Bermain Lumpur, Aktivitas Favorit Anak dan Dewasa
Salah satu wahana yang paling diminati adalah kolam lumpur. Di area ini, pengunjung diajak bermain lumpur secara langsung, mulai dari bergulat di lumpur hingga permainan perang bantal di atas bambu yang melintang di kolam. Aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih keberanian dan kepercayaan diri, khususnya bagi anak-anak.
Dari sudut pandang edukatif, bermain lumpur membantu anak mengenal tekstur tanah, melatih motorik, sekaligus membangun kedekatan dengan alam. Pengelola juga mengingatkan pengunjung untuk membawa pakaian ganti agar aktivitas bisa dinikmati dengan maksimal tanpa khawatir kotor.
Menangkap dan Memancing Ikan, Interaksi Langsung dengan Alam
Aktivitas lain yang tak kalah menarik adalah menangkap dan memancing ikan. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan ikan-ikan kecil di kolam. Metode penangkapan pun beragam, mulai dari memancing dengan alat pancing hingga menggunakan jaring.
Menariknya, ikan hasil tangkapan diperbolehkan untuk dibawa pulang. Bagi anak-anak, pengalaman ini memberikan pembelajaran sederhana tentang ekosistem air tawar dan proses memperoleh bahan pangan secara langsung.
Baca juga: 10 Rekomendasi Wisata Jember yang Lengkap untuk Liburan Keluarga dan Healing
Melukis Caping, Edukasi Kreatif Sebelum ke Sawah
Sebelum terjun ke aktivitas menanam padi, pengunjung biasanya diajak mengikuti kegiatan melukis caping. Caping merupakan topi khas petani yang digunakan saat bekerja di sawah. Melukis di atas caping menjadi media edukasi sekaligus sarana kreativitas, terutama bagi anak-anak.
Dari pengamatan di lapangan, aktivitas ini efektif melatih koordinasi tangan dan imajinasi anak, sekaligus memperkenalkan atribut budaya pertanian yang kini mulai jarang dikenal generasi muda.
Bajak Sawah dengan Kerbau, Pengalaman Autentik Pedesaan
Kegiatan bajak sawah menjadi salah satu ikon Kebun Wisata Pasirmukti. Alih-alih menggunakan traktor, pengunjung diajak membajak sawah dengan bantuan kerbau atau sapi. Bahkan, dalam kondisi tertentu, pengunjung dapat menaiki kerbau sambil membajak sawah, tentu dengan pendampingan pemandu.
Pengalaman ini memberikan kesan autentik tentang cara bertani tradisional. Namun perlu dicatat, aktivitas bajak sawah biasanya hanya tersedia pada akhir pekan atau untuk kunjungan rombongan. Pengunjung keluarga di hari biasa perlu menyesuaikan ekspektasi.
Baca juga: 15 Wisata Alam dan Destinasi Favorit di Malang Jadi Pilihan Healing Wisatawan
Menanam Padi, Belajar Langsung dari Sawah
Setelah sawah dibajak, pengunjung diajak menanam padi secara berkelompok. Dengan bibit padi yang telah disiapkan, pengunjung berbaris layaknya petani dan menanam padi di petakan sawah yang sebenarnya. Aktivitas ini memperkenalkan proses dasar produksi beras, mulai dari pembibitan hingga penanaman.
Dari perspektif edukasi, kegiatan ini sangat relevan untuk anak-anak sekolah yang selama ini hanya mengenal nasi sebagai produk jadi tanpa memahami proses di baliknya.
Hidroponik dan Kebun Buah, Pertanian Modern dan Tradisional
Selain pertanian konvensional, Kebun Wisata Pasirmukti juga menghadirkan area hidroponik. Terdapat dua greenhouse dengan sistem kolam apung dan vertikultur. Di sini, pengunjung mendapatkan penjelasan tentang teknik bertanam tanpa tanah yang sederhana dan aplikatif.
Kawasan kebun buah juga menjadi daya tarik tersendiri. Beragam jenis buah ditanam, baik di lahan terbuka maupun dalam pot, seperti jambu, belimbing, jeruk kasturi, mangga, hingga matoa. Pengunjung dapat belajar langsung cara menanam, mencangkok, hingga merawat tanaman buah, dan dalam beberapa program, hasil praktik bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Baca juga: 13 Rekomendasi Wisata Jawa Tengah Terpopuler 2025: Dari Kuliner, Alam Dieng Hingga Heritage Semarang
Ragam Paket Wisata yang Fleksibel
Kebun Wisata Pasirmukti menawarkan berbagai paket wisata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung. Mulai dari Paket Agro Junior, Agro Adventure, Anak Tani, hingga paket khusus lansia. Harga paket bervariasi, dengan fasilitas yang mencakup tiket masuk, pemandu edukatif, aktivitas pertanian, konsumsi, hingga sertifikat.
Bagi pengunjung individu atau pasangan, tersedia pula program wahana terpisah seperti lukis caping, bajak sawah, tanam padi, hingga pembuatan kompos dengan biaya tambahan di luar tiket masuk.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Harga tiket masuk Kebun Wisata Pasirmukti tergolong terjangkau, yakni Rp25.000 per orang. Namun, untuk mengikuti aktivitas tertentu atau paket outbound, pengunjung perlu menyiapkan biaya tambahan sesuai program yang dipilih.
Kebun Wisata Pasirmukti beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, kecuali hari Senin. Lokasinya berada di Jalan Alfred Turangan, Pasir Mukti, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata di Bogor: Pilihan Liburan Sejuk dan Seru untuk Keluarga
Kesimpulan: Wisata Edukatif yang Relevan untuk Semua Usia
Sebagai destinasi agrowisata, Kebun Wisata Pasirmukti berhasil menghadirkan konsep wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi. Pengalaman langsung menyentuh tanah, menanam padi, hingga berinteraksi dengan hewan ternak menjadi pembelajaran kontekstual yang jarang ditemukan di wisata modern.
Bagi keluarga, sekolah, maupun komunitas, Kebun Wisata Pasirmukti layak dipertimbangkan sebagai alternatif liburan yang bermakna. Di tengah gaya hidup serba digital, tempat ini menawarkan kesempatan untuk kembali mengenal alam, pertanian, dan nilai-nilai kesederhanaan yang menjadi akar kehidupan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Wisata Magelang Terbaik untuk Liburan Keluarga dan Anak-anak




















