Headline.co.id (Bantul) ~ Sebanyak 14 kios di Komplek Pasar Seni Gabusan (PSG), Dusun Gabusan, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, hangus dilalap api pada Jumat (24/10/2025) malam. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu diduga dipicu oleh korsleting listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, api pertama kali terlihat oleh warga sekitar yang mendengar suara letusan kecil dan genteng berjatuhan dari salah satu kios. “Saksi yang berada sekitar 30 meter dari lokasi segera mengecek asal suara dan mendapati api sudah membesar di salah satu kios,” kata Iptu Rita dalam keterangan tertulis yang diterima Headline.co.id.
Melihat api kian membesar, warga dan pedagang sekitar berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sambil menonaktifkan aliran listrik di sekitar lokasi. “Tidak lama kemudian, BPBD Bantul menerima laporan dan segera mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, satu mobil PMI, dan empat unit mobil Tagana ke lokasi,” tambahnya.
Baca juga: Proposal Indonesia Soal Royalti Digital Masuk Agenda WIPO, Menkum HAM Dorong Diplomasi Global
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 22.40 WIB, dengan bantuan dari unsur gabungan antara Polsek Sewon, BPBD Bantul, PMI Bantul, Komunitas Pedagang PSG, dan Tagana Kabupaten Bantul. Api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar satu jam kemudian.
Iptu Rita menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, terdapat 14 kios berukuran 3×2 meter yang terdampak. “Beberapa di antaranya milik pedagang besi industri, barang antik, suku cadang motor tua, hingga kerajinan tangan dari manik-manik,” ujarnya.
Beberapa pedagang yang diketahui menjadi korban antara lain Mardebit Yulianto, warga Jetis Bantul, yang kehilangan barang berupa besi industri; Iqbal, asal Rangkas Belitung, dengan kerugian berupa sepeda ontel, etalase, serta perhiasan dari manik-manik; dan Husin Kusuma Wijaya, warga Bantul, yang kiosnya berisi jam tangan ikut terbakar. Selain itu, kios milik Cak Handi (almarhum) yang menjual mebel kayu juga turut hangus.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp200 juta. Polisi telah memasang garis police line dan melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Untuk sementara, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Kami masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi,” terang Iptu Rita.
Baca juga: KPK Tahan Komisaris Utama PT IAE, Ungkap Dugaan Korupsi Gas PGN Senilai Rp240 Miliar



















