Headline.co.id, Tual ~ Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak pemerintah, gereja, keluarga, dan masyarakat memperkuat ketahanan keluarga untuk menghadapi ancaman judi online, narkoba, minuman keras, serta penyalahgunaan media sosial. Ajakan itu disampaikan saat membuka Sidang ke-46 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Gereja Maranatha, Jemaat Tual, Kota Tual, Maluku, Minggu (25/10/2026). Lewerissa menilai persoalan sosial tersebut berkaitan dengan kemiskinan, pengangguran, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan tingginya angka perceraian. Menurut dia, kolaborasi lintas pihak diperlukan untuk melindungi generasi muda dan menjaga keluarga tetap mampu menjalankan fungsi pendidikan serta pengasuhan.
Lewerissa mengatakan tantangan yang dihadapi keluarga dan masyarakat semakin kompleks seiring perubahan zaman yang cepat. Generasi muda, kata dia, menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan dan perkembangan teknologi, termasuk risiko penyalahgunaan media sosial.
“Realitas menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi keluarga dan masyarakat sekarang ini semakin kompleks. Generasi muda kita tumbuh di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Mereka berhadapan dengan pengaruh media sosial, judi online, narkoba, minuman keras maupun pergaulan bebas yang berisiko. Banyak keluarga juga masih terbelenggu kemiskinan, pengangguran, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan angka perceraian yang tinggi,” kata Lewerissa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketahanan keluarga menghadapi tekanan sosial
Gubernur Maluku menegaskan keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial anak. Namun, tekanan ekonomi, konflik rumah tangga, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat dapat memengaruhi kemampuan keluarga dalam menjalankan peran tersebut.
Karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian bersama. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang muncul di dalam keluarga tidak berkembang dan berdampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat.
Lewerissa menjelaskan pemerintah memiliki tanggung jawab melalui kebijakan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, dan pelayanan publik. Di sisi lain, gereja berperan dalam pembinaan iman, penguatan karakter, serta pendampingan bagi umat yang menghadapi persoalan sosial.
Menurut dia, peran pemerintah dan gereja perlu berjalan beriringan. Pembangunan, kata Lewerissa, tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter dan hubungan sosial yang sehat.
Gereja diminta dampingi generasi muda
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, gereja dinilai memiliki posisi penting untuk mendampingi generasi muda. Pendampingan itu diarahkan agar anak dan remaja dapat menggunakan media sosial secara bijak serta memahami risiko penyalahgunaannya.
Upaya tersebut perlu disertai pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai moral. Dengan demikian, generasi muda diharapkan memiliki kemampuan menghadapi berbagai pengaruh negatif dari lingkungan.
Meski demikian, Lewerissa mengingatkan perlindungan terhadap generasi muda tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau gereja. Keluarga tetap menjadi lingkungan terdekat yang memberikan keteladanan, pengawasan, dan pendampingan kepada anak.
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perkembangan anak. Karena itu, kerja sama seluruh pihak perlu dibangun melalui komunikasi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama.
Sidang MPL GPM diharapkan jadi momentum kolaborasi
Kolaborasi pemerintah, gereja, dan masyarakat diharapkan diwujudkan melalui langkah nyata. Bentuknya lain pembinaan keluarga, pendampingan generasi muda, serta penguatan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
Lewerissa berharap Sidang ke-46 MPL Sinode GPM dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran gereja dalam menjawab tantangan sosial. Forum tersebut juga diharapkan mendorong kemitraan yang lebih erat gereja dan pemerintah.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap penguatan ketahanan keluarga dan pembinaan generasi muda dilakukan secara berkelanjutan. Dengan cara itu, masyarakat diharapkan semakin mampu menghadapi perubahan sosial serta membentuk generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















