Headline.co.id ~ Pangkep, Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendorong penguatan budaya literasi sejak usia dini melalui Festival Literasi 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/10/2026), itu ditujukan untuk meningkatkan minat baca, memperluas akses pengetahuan, serta mengembangkan kreativitas generasi muda. Festival tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif, pameran, perlombaan, hingga peluncuran buku tentang lokalitas Pangkep.
Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assagaf mengatakan, Festival Literasi 2026 menjadi momentum untuk mendekatkan masyarakat dengan aktivitas membaca, menulis, dan berkarya. Menurut dia, kegiatan itu juga memperkuat pemanfaatan fasilitas literasi yang telah tersedia di sejumlah wilayah Pangkep, termasuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
“Kegiatan ini diharapkan bisa memajukan masyarakat agar lebih dekat dengan literatur. Di Pangkep sudah banyak Taman Bacaan Masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca,” ujar Abd Rahman Assagaf di Festival Literasi 2026, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia berharap festival tersebut mendorong anak-anak lebih aktif membaca, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas melalui kegiatan edukatif. Penguatan budaya literasi, kata Abd Rahman, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan potensi diri.
“Kita berharap anak-anak kita semakin cerdas dan tidak ragu untuk berkreasi. Dengan begitu, cita-cita mewujudkan Pangkep hebat dan bermartabat di masa yang akan datang bisa kita capai,” katanya.
Festival Literasi 2026 Kenalkan Literasi Sejak Dini
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep Abbas Hasan mengatakan, Festival Literasi 2026 diselenggarakan untuk memperkenalkan sekaligus membiasakan kegiatan literasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
“Tujuan kita untuk memasyarakatkan literasi, khususnya kepada anak-anak, agar mereka diperkenalkan dengan literasi lebih dini,” ujar Abbas.
Menurut Abbas, rangkaian festival menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif yang dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi. Kegiatan tersebut meliputi gelar wicara, lokakarya perpustakaan, pameran naskah kuno, pameran benda pusaka, pameran buku, peluncuran buku, dan pameran karya seni.
Festival Literasi 2026 juga diisi kegiatan sosial berupa donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dengan rangkaian tersebut, festival tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan buku dan kegiatan membaca, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Perlombaan Beri Ruang bagi Kreativitas Anak
Selain pameran dan kegiatan edukatif, Festival Literasi 2026 menjadi ajang apresiasi bagi peserta sejumlah perlombaan literasi. Perlombaan yang diselenggarakan mencakup lomba perpustakaan desa dan kelurahan, penulisan resensi buku tingkat SMP/MTs dan SMA/MA, cerita bertutur, serta pembuatan video konten literasi.
Berbagai kegiatan itu diharapkan mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan serta kreativitas mereka. Aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca, menulis, dan berkarya sejak usia dini.
Pemkab Pangkep mendorong masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan dan TBM sebagai sarana belajar yang dapat diakses secara berkelanjutan. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi anak-anak dan generasi muda.
Meluncurkan Buku tentang Lokalitas Pangkep
Salah satu agenda Festival Literasi 2026 adalah peluncuran buku berjudul Menuliskan yang Lisan: Sehimpun Esai Lokalitas Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Buku tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan kekayaan lokalitas Pangkep melalui karya tulis agar dapat dikenal masyarakat luas. Peluncuran buku itu juga memperkuat hubungan budaya membaca, kegiatan menulis, dan pelestarian pengetahuan lokal.
Melalui Festival Literasi 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi serta meningkatkan pemanfaatan fasilitas literasi yang tersedia. Pemkab Pangkep berharap penguatan budaya literasi dapat mendukung tumbuhnya generasi yang memiliki pengetahuan luas, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
(Mcpangkep/FAI)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















