Headline.co.id ~ Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh menyiagakan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera. Kebijakan itu dibahas Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam rapat pada Jumat sore (16/10/2026). Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemko Banda Aceh menerapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP negeri untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap anak-anak.
Puskesmas Disiagakan Hadapi Dampak Kabut Asap
Rapat tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merespons perkembangan kondisi udara serta melindungi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan mengoordinasikan kesiapsiagaan seluruh puskesmas agar warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh penanganan dengan cepat.
Keluhan pernapasan menjadi salah satu risiko yang diantisipasi akibat paparan kabut asap. Karena itu, puskesmas disiapkan untuk melayani masyarakat selama 24 jam, terutama warga yang mengalami gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan yang memburuk.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko Banda Aceh menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan di tengah kondisi udara yang perlu diwaspadai akibat karhutla di sejumlah wilayah Sumatera.
Pembelajaran Daring untuk Siswa
Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, Pemko Banda Aceh menetapkan pembelajaran daring bagi siswa melalui surat edaran wali kota. Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP negeri.
Pembelajaran daring diterapkan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap anak-anak. Kelompok usia tersebut menjadi perhatian dalam kebijakan pemerintah kota karena kegiatan belajar secara langsung dapat meningkatkan aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.
Dengan penerapan pembelajaran daring, kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengharuskan siswa hadir di sekolah. Kebijakan itu sekaligus menjadi langkah perlindungan terhadap anak-anak di tengah situasi kabut asap.
Imbauan Pemko kepada Masyarakat
Pemko Banda Aceh mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warga juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker yang sesuai. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.
Warga juga diminta berhati-hati saat berkendara apabila kabut asap mengurangi jarak pandang. Kondisi tersebut dapat mengganggu keamanan perjalanan, sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan.
Warga Diminta Segera Mencari Pertolongan Medis
Pemko Banda Aceh mengingatkan warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang memburuk agar segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Kesiapsiagaan puskesmas selama 24 jam diharapkan dapat mempercepat penanganan bagi masyarakat yang terdampak. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan kebijakan pembelajaran daring dan imbauan pembatasan aktivitas di luar ruangan.
Melalui rangkaian kebijakan itu, Pemko Banda Aceh berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















