Headline.co.id, Sorong ~ Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Papua menangkap seorang pria berinisial NK yang diduga menjadi kurir ganja sekitar empat kilogram di Pelabuhan Jayapura, Papua, Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Ganja tersebut diduga akan dibawa ke Sorong, Papua Barat Daya, menggunakan KM Sinabung untuk diedarkan. Penangkapan dilakukan personel Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditpolair Polda Papua berdasarkan informasi mengenai dugaan pengiriman narkotika tersebut. NK disebut dijanjikan imbalan Rp5 juta apabila berhasil membawa ganja hingga ke Sorong.
Direktur Polisi Perairan Polda Papua Kombes Pol. Tri Setyadi mengatakan, penangkapan berlangsung ketika NK hendak naik ke kapal di Pelabuhan Jayapura. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dibawa pria tersebut.
Polair Polda Papua Tangkap Kurir di Pelabuhan Jayapura
Tri Setyadi menjelaskan, informasi awal yang diterima polisi menyebutkan NK membawa sekitar empat kilogram ganja yang akan diedarkan di Sorong. Informasi itu ditindaklanjuti oleh personel Subdit Gakkum Ditpolair Polda Papua hingga penangkapan dilakukan pada Sabtu malam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dari laporan yang diterima NK membawa sekitar empat kilogram ganja yang nantinya akan diedarkan di Sorong,” kata Tri Setyadi kepada di Jayapura, Minggu, 18 Oktober 2026.
Barang terlarang itu rencananya dikirim menggunakan KM Sinabung. Namun, rencana pengiriman tersebut terhenti setelah NK diamankan sebelum naik ke kapal di Pelabuhan Jayapura.
Dalam kasus ini, polisi masih menyebut NK sebagai terduga kurir. Pemeriksaan terhadap dirinya masih berlangsung untuk mengetahui lebih jauh keterlibatan pihak lain dalam dugaan pengiriman ganja tersebut.
Ganja Diduga Berasal dari Papua Nugini
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ganja yang diamankan tersebut diduga berasal dari Papua Nugini. Barang itu diduga diselundupkan ke wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi atau jalan tikus di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG).
Asal-usul ganja dan jalur penyelundupannya masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang mengatur pengiriman barang tersebut dari wilayah perbatasan hingga ke Sorong.
Tri Setyadi mengatakan NK dijanjikan imbalan sebesar Rp5 juta jika berhasil membawa ganja sampai ke tujuan. Imbalan tersebut menjadi salah satu informasi yang didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap NK.
“Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringannya,” kata Tri Setyadi.
Penyidik Telusuri Pihak yang Terlibat
Ditpolair Polda Papua masih mendalami kasus tersebut untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Penyidik juga menelusuri asal-usul ganja serta dugaan jaringan penyelundupan yang menggunakan jalur tidak resmi di perbatasan RI-PNG.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak lain yang diduga terkait dengan pengiriman ganja tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap NK dan mengembangkan informasi yang diperoleh dari penangkapan di Pelabuhan Jayapura.
Pengiriman ganja ke Sorong menjadi perhatian dalam penanganan perkara ini karena barang terlarang tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Papua Barat Daya. Kepolisian masih memproses kasus tersebut sesuai hasil pemeriksaan dan pendalaman jaringan.
Polisi Ajak Masyarakat Laporkan Peredaran Narkoba
Selain menangani perkara tersebut, Direktur Polisi Perairan Polda Papua mengajak masyarakat ikut membantu kepolisian memberantas peredaran narkoba. Masyarakat diminta melaporkan informasi mengenai dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Tri Setyadi menilai peredaran narkoba dapat berdampak buruk terhadap generasi muda di Papua. Karena itu, partisipasi masyarakat diperlukan untuk membantu kepolisian memperoleh informasi mengenai dugaan peredaran narkoba.
“Mari bersama-sama kita memberantas peredaran narkoba karena dapat merusak masa depan generasi muda di Papua,” ujar Tri Setyadi.
Kasus dugaan pengiriman empat kilogram ganja tersebut masih dalam tahap pemeriksaan. Penyidik Ditpolair Polda Papua melanjutkan pendalaman untuk mengungkap asal barang, pihak yang terlibat, serta dugaan jaringan penyelundupannya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















