Headline.co.id ~ Kementerian Pariwisata memperkuat dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui kolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga sepanjang dua tahun pemerintahan. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta program Sekolah Rakyat. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pemerataan ekonomi dari desa, memperkuat sumber daya manusia, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata. Di saat yang sama, kinerja pariwisata hingga Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, dan kontribusi ekonomi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki komitmen kuat untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif.
Arah kebijakan tersebut tercermin dalam berbagai program stimulus pemerintah pada periode Natal dan Tahun Baru, Lebaran, serta libur sekolah. Paket stimulus itu disebut memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kinerja Pariwisata Tumbuh hingga Agustus 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 10,58 juta kunjungan. Angka tersebut tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara secara kumulatif pada Januari hingga Juli 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 4,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan itu turut berdampak terhadap penerimaan devisa pariwisata. Pada semester I 2026, devisa pariwisata mencapai 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp145,13 triliun. Nilai tersebut tumbuh 2,88 persen dibandingkan semester I 2025 yang mencapai 8,20 miliar dolar AS atau sekitar Rp134,68 triliun.
Pada triwulan II 2026, devisa pariwisata tercatat 4,39 miliar dolar AS atau setara Rp76,99 triliun. Nilai tersebut relatif stabil dibandingkan triwulan II tahun sebelumnya.
Berdasarkan perhitungan Tourism Satellite Account yang disusun BPS, kontribusi langsung pariwisata terhadap produk domestik bruto pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp1,139 triliun. Kontribusi itu meningkat dari Rp1,057 triliun pada 2024.
Kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan Lembaga Negara
Kementerian Pariwisata menjalankan kolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga melalui nota kesepahaman. Kerja sama tersebut lain dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Kementerian Lingkungan Hidup.
Kolaborasi dengan Kementerian UMKM berfokus pada pembangunan pariwisata berbasis ekonomi rakyat. Desa wisata diarahkan menjadi pusat pertumbuhan UMKM dengan dukungan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat dan pendanaan lainnya.
Bersama BGN, Kementerian Pariwisata mendukung pelaksanaan program MBG melalui pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia oleh enam politeknik pariwisata, serta pelibatan desa wisata dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Kerja sama dengan Basarnas diarahkan untuk memperkuat keamanan dan keselamatan wisatawan. Programnya mencakup pelatihan keahlian pencarian dan pertolongan, penyelenggaraan sistem komunikasi terpadu, serta operasi penyelamatan wisatawan.
Koperasi Desa Merah Putih Dorong Ekonomi Pariwisata
Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Koperasi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang pengembangan dan penguatan koperasi untuk mendukung optimalisasi sektor pariwisata. Salah satu cakupan kerja sama tersebut ialah penguatan Kelompok Sadar Wisata di desa wisata agar dapat menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Proyek percontohan akan dilaksanakan di 80 desa wisata. Dari jumlah itu, tiga desa termasuk dalam 103 proyek percontohan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nasional.
Kementerian Pariwisata akan menyiapkan data dan informasi mengenai potensi destinasi pariwisata, terutama desa wisata, kampung wisata, serta komunitas dan kelompok pariwisata. Data tersebut menjadi dasar pengembangan usaha koperasi sesuai karakter dan keunggulan lokal.
Kerja sama juga mencakup pendampingan pengembangan produk pariwisata, baik berupa produk wisata maupun produk pendukung lainnya. Penguatan sarana dan prasarana dilakukan agar koperasi memiliki fondasi usaha yang kuat dan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Desa Wisata Tamanmartani menjadi salah satu contoh pelaksanaan kolaborasi tersebut. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di desa itu memiliki empat unit usaha utama dan berperan sebagai agregator pemasaran produk serta layanan anggota.
Koperasi tersebut menyediakan wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan dan menjual produk secara langsung kepada wisatawan. Selain itu, koperasi memberikan akses permodalan bagi pemilik homestay, pelaku UMKM, dan pengrajin.
Pelatihan MBG dan Pengembangan Sekolah Rakyat
Dalam pelaksanaan MBG, Politeknik Pariwisata NHI Bandung bekerja sama dengan Universitas Pertahanan memberikan pelatihan intensif kepada 1.600 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia pada 11-24 Juni 2025.
Pelatihan itu bertujuan menyiapkan pengelola dapur profesional untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi bagi 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia hingga 2029. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengolahan bahan pangan, manajerial, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di bidang pendidikan, Kementerian Pariwisata memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial melalui program Sekolah Rakyat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat.
Kerja sama itu mencakup penggunaan sementara lahan milik negara di kampus tersebut dengan luas paling tinggi 70.100 meter persegi. Sebanyak 50.100 meter persegi digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat, sedangkan 20.000 meter persegi dialokasikan untuk fasilitas olahraga dan aula serbaguna yang dimanfaatkan bersama.
Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain pendidikan akademik, program ini membentuk karakter melalui empat pilar, yakni kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan.
Kerja sama tersebut juga mencakup sinkronisasi program untuk mendukung kesejahteraan sosial di desa wisata dan destinasi wisata, serta penguatan kurikulum sadar wisata bagi siswa Sekolah Rakyat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















