Headline.co.id, Palangka Raya ~ Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan mendistribusikan masker gratis melalui seluruh puskesmas. Masker diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak usia sekolah, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang datang berobat. Kebijakan ini ditempuh karena penurunan kualitas udara akibat karhutla berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinkes Salurkan Masker ke Seluruh Puskesmas
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan masker telah disalurkan ke seluruh puskesmas agar dapat segera dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Distribusi itu menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.
Menurut Riduan, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk mencegah paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan dan meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun, apabila harus keluar rumah, gunakan masker dengan benar sebagai perlindungan dari paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Selain menggunakan masker dan membatasi kegiatan di luar rumah, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh selama musim kabut asap. Upaya yang dianjurkan meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan vitamin.
Warga Diminta Waspadai Gejala ISPA
Dinkes meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala awal gangguan saluran pernapasan. Gejala yang perlu diperhatikan lain batuk, pilek, iritasi tenggorokan, dan sesak napas.
Riduan mengimbau warga yang mengalami gejala tersebut segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan lebih awal diperlukan agar penanganan medis dapat diberikan sebelum kondisi kesehatan memburuk.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar penanganan medis dapat diberikan sebelum kondisi kesehatan memburuk,” imbuhnya.
Peringatan tersebut disampaikan seiring dengan pemantauan Dinkes terhadap perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kabut asap, khususnya ISPA. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh puskesmas di Kota Palangka Raya.
Empat Puskesmas Induk dan 43 Pustu Disiagakan
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Pemerintah Kota Palangka Raya menyiagakan seluruh jaringan layanan kesehatan. Jaringan tersebut terdiri atas empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (Pustu) yang siap melayani masyarakat.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dilakukan agar kebutuhan warga dapat segera ditangani dan pelayanan tetap berjalan optimal selama kualitas udara menurun akibat karhutla. Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan seluruh puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah memusatkan perhatian pada perlindungan kelompok rentan, pencegahan gangguan pernapasan, serta percepatan penanganan bagi warga yang mulai mengalami gejala akibat paparan kabut asap.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















