Headline.co.id, Tuban ~ Jawa Timur – Sebanyak 17 dari 18 awak kapal MV Khatulistiwa 8 berhasil dievakuasi setelah kapal barang berbendera Indonesia itu bertubrukan dengan tongkang yang digandeng TB Berkat Bahari di perairan Tuban, Kamis (8/10/2026). Satu awak kapal, Mualim I bernama Mayan Petter Saba, masih dicari tim gabungan hingga hari tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar sembilan mil laut dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban ketika MV Khatulistiwa 8 berlayar menuju Sampit, Kalimantan Tengah, dengan membawa 1.850 ton semen.
Penanganan kecelakaan MV Khatulistiwa 8 dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis bersama Basarnas Brondong, Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya, dan unsur terkait lainnya. Kapal tersebut mengalami kebocoran pada bagian lambung depan setelah menabrak tongkang bermuatan pasir yang digandeng TB Berkat Bahari, sebelum akhirnya miring dan tenggelam.
Kronologi MV Khatulistiwa 8 Tenggelam
Kepala KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, mengatakan MV Khatulistiwa 8 bertolak dari Terminal Khusus PT SIG Tuban pada pukul 17.30 WIB. Kapal itu berlayar menuju Sampit, Kalimantan Tengah, dengan mengangkut semen dalam kemasan pollyslings.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut laporan awal, kapal bertabrakan dengan tongkang yang digandeng TB Berkat Bahari sekitar pukul 21.37 WIB. Kecelakaan tersebut terjadi pada posisi sekitar 06°39’210″ LS / 111°57’354″ BT.
“Sekitar pukul 21.37 WIB, pihak agen menerima informasi dari Kepala Kamar Mesin MV Khatulistiwa 8 bahwa kapal menubruk tongkang yang digandeng TB Berkat Bahari bermuatan pasir di perairan Tuban. Setelah kejadian tersebut, kapal mengalami kebocoran pada bagian lambung depan,” jelas Capt. Subuh dalam keterangan resminya yang diterima pada Kamis (8/10/2026).
Informasi kecelakaan kemudian diterima VTS Surabaya dan disiarkan melalui radio maritim Channel 16. Menindaklanjuti laporan itu, syahbandar berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pertolongan dan evakuasi awak kapal.
Sekitar pukul 22.15 WIB, TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres bergerak menuju lokasi kejadian. Kedua kapal tersebut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi awak MV Khatulistiwa 8.
17 Awak Kapal Dievakuasi
Evakuasi berlangsung hingga 17 awak kapal, termasuk nakhoda, berhasil diselamatkan. Mereka dievakuasi oleh TB Amazon Harbour dan dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban.
“Pada pukul 23.07 WIB, sebanyak 17 orang awak kapal, termasuk Nakhoda, berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh TB Amazon Harbour untuk kemudian dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban. Sementara itu, satu orang awak kapal, yaitu Mualim I atas nama Mayan Petter Saba, masih belum ditemukan dan saat ini dalam pencarian,” lanjut Capt. Subuh.
Setelah proses evakuasi, kondisi MV Khatulistiwa 8 terus memburuk. Sekitar pukul 23.45 WIB, kapal mengalami kemiringan sebelum akhirnya tenggelam.
KSOP Kelas III Tanjung Pakis kemudian berkoordinasi dengan Basarnas Brondong untuk melanjutkan pencarian terhadap Mayan Petter Saba. Dalam penanganan awal, Kapal Patroli KNP 485 juga dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian bersama unsur Basarnas Brondong.
KSOP Terbitkan Notice to Mariners
Untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jasa pelayaran, KSOP Kelas III Tanjung Pakis menerbitkan Notice to Mariners. Pemberitahuan itu memuat informasi mengenai keberadaan MV Khatulistiwa 8 yang tenggelam di lokasi kecelakaan.
Notice to Mariners diterbitkan sebagai langkah keselamatan pelayaran agar kapal-kapal yang melintas dapat meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan pelayaran dengan kondisi di sekitar lokasi kejadian.
Selain mendukung operasi pencarian, KSOP melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi dari para saksi. KSOP juga berkoordinasi dengan pemilik serta operator kapal untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kecelakaan tersebut.
Capt. Subuh mengatakan muatan kapal ikut tenggelam bersama MV Khatulistiwa 8. Sementara itu, kondisi terkait potensi pencemaran dan dampak terhadap lingkungan masih dipantau serta didata oleh pihak terkait.
“Untuk kondisi muatan, berdasarkan laporan awal, muatan kapal ikut tenggelam bersama kapal. Sementara itu, kondisi terkait potensi pencemaran maupun dampak terhadap lingkungan masih dalam proses pemantauan dan pendataan oleh pihak terkait,” ungkap Capt. Subuh.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan koordinasi penanganan kecelakaan terus dilakukan KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Basarnas, VTS Surabaya, dan unsur terkait lainnya. Investigasi serta pengumpulan informasi mengenai penyebab kecelakaan juga masih berlangsung.
“Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap satu awak kapal yang masih belum ditemukan, memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian, serta melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Proses investigasi dan pengumpulan informasi mengenai penyebab kecelakaan juga terus dilakukan,” tutup Capt. Subuh.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















