Headline.co.id, Jakarta ~ Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, Khalil Azyumardi Abnel, meraih medali perunggu dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 di Hanoi, Vietnam. Prestasi itu diraih dalam kompetisi astronomi dan astrofisika internasional yang diikuti 320 peserta dari 66 negara. Khalil menjadi salah satu dari lima siswa yang mewakili Indonesia setelah melewati seleksi berjenjang dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang astronomi hingga pembinaan dan seleksi lanjutan. Dalam keterangan yang disampaikan Kamis (8/10/2026), Khalil menyebut rangkaian tersebut tidak hanya memperkuat pengetahuan, tetapi juga membentuk karakternya.
Capaian Khalil menambah daftar penghargaan yang dibawa pulang delegasi Indonesia dari IOAA 2026. Secara keseluruhan, lima siswa Indonesia meraih lima penghargaan, yakni tiga medali perunggu, satu Honorable Mention, dan satu penghargaan sebagai pemenang kompetisi poster.
Prestasi tersebut juga mencatatkan capaian siswa madrasah dalam kompetisi astronomi dan astrofisika tingkat internasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perjalanan Khalil dari OSN hingga IOAA 2026
Sebelum berangkat sebagai delegasi Indonesia di IOAA 2026, Khalil mengikuti seleksi yang diawali dari OSN bidang astronomi. Para juara OSN kemudian menjalani pembinaan dan seleksi secara bertahap.
Dari rangkaian proses itu, terpilih lima siswa untuk mewakili Indonesia di IOAA 2026. Khalil mengatakan, perjalanan panjang sejak OSN hingga kompetisi internasional memberinya ilmu dan pengalaman yang berperan dalam pembentukan karakter.
“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” ujar Khalil.
Menurut Khalil, IOAA juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dengan siswa dari berbagai negara. Pengalaman mengikuti OSN hingga kompetisi internasional dinilainya memperkuat kemampuan sekaligus membentuk karakter.
Lima siswa Indonesia bawa lima penghargaan
Selain Khalil, medali perunggu diraih Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa, Kota Tangerang Selatan, dan Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta memperoleh Honorable Mention. Sementara itu, Muhammad Faiz Rahman dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Kabupaten Sukabumi, menjadi bagian dari tim pemenang kompetisi poster.
Tim tersebut meraih penghargaan melalui karya berjudul “VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND.”
Dengan demikian, tiga medali perunggu dalam IOAA 2026 diraih oleh Khalil, Muhammad Zhafif, dan Yugo. Satu penghargaan lainnya berupa Honorable Mention diberikan kepada Muhammad Bagir, sedangkan Muhammad Faiz Rahman turut membawa penghargaan sebagai pemenang kompetisi poster.
Pembinaan Puspresnas dinilai membantu
Yugo menyebut keikutsertaannya dalam IOAA 2026 sebagai salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan. Ia juga menilai pembinaan yang diberikan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional.
“Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” ungkap Yugo.
Keberhasilan lima siswa Indonesia tersebut menunjukkan hasil dari proses seleksi, pembinaan, dan persiapan bertahap sebelum mengikuti IOAA 2026 di Hanoi, Vietnam. Capaian Khalil sekaligus memperkuat catatan prestasi siswa MAN 1 Pekanbaru di ajang astronomi dan astrofisika internasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















