Headline.co.id, Gresik ~ Pemerintah Kabupaten Gresik memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, untuk memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. MPLS tersebut dibuka Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif dan berlangsung pada 31 Juli hingga 21 Agustus 2026. Sekolah Rakyat Terintegrasi ini memiliki kapasitas 405 siswa dan diproyeksikan menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus upaya memutus rantai kemiskinan.
Pembukaan MPLS dilakukan sebagai bagian dari program prioritas nasional di bidang pendidikan. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang mampu mengubah masa depan keluarga dan daerah.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Tampung 405 Siswa
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare itu menampung 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Yani menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sejalan dengan visi Asta Cita. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan keadilan sosial.
“Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi fondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujar Yani, Minggu (2/8/2026).
Menurut Yani, dimulainya MPLS menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia dalam kerangka visi Gresik Baru Lebih Maju. Ia menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar pembukaan tahun ajaran baru, melainkan bagian dari upaya membangun masyarakat yang maju, berdaya saing, inklusif, dan sejahtera.
MPLS Jadi Sarana Pembentukan Karakter
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi diarahkan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama. Kegiatan itu bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, semangat gotong royong, budaya belajar positif, sikap saling menghormati, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.
Bupati Gresik juga meminta guru dan tenaga kependidikan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi para peserta didik.
Yani menegaskan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
“Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, kami memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, mandiri, adaptif, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujarnya.
Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat
Menurut Yani, keberhasilan pendidikan ditentukan oleh dukungan bersama sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlakul karimah.
“Pendidikan yang berhasil bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlakul karimah,” katanya.
Ia menyebut penguatan kualitas pendidikan saat ini menjadi modal penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. “Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045, ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Kepada para siswa, Yani berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai hambatan untuk meraih cita-cita.
“Jangan merasa rendah diri karena keadaan. Kalian berada di sekolah ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena negara hadir untuk membuka kesempatan yang lebih besar. Jadikan kesempatan ini sebagai titik awal untuk membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah akan membawa kalian menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” tuturnya.
Pemkab Gresik berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat melahirkan generasi penerus yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global. Sekolah tersebut juga diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis untuk mengurangi kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan bermutu.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















