Headline.co.id, Toba ~ Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono meninjau kesiapan fisik dan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pantai Pasifik di Desa Patane IV, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Selasa (16/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membahas pengembangan KDMP di wilayah pesisir Danau Toba. Melalui skema pengelolaan yang disiapkan pemerintah, KDMP Toba akan menyalurkan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok serta menyerap hasil produksi pertanian masyarakat setempat.
Agenda yang mengusung tema “Sinergi Membangun Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi dan Kearifan Lokal” itu dirangkai dengan dialog interaktif. Pertemuan tersebut membahas tantangan pengelolaan koperasi dan merumuskan cetak biru pengembangan ratusan koperasi yang tersebar di wilayah pesisir Danau Toba.
41 Unit KDMP Toba Telah Terbangun
Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus mengatakan, Kabupaten Toba memiliki potensi ekonomi kerakyatan yang besar. Hal itu ditunjukkan dengan keberadaan 243 koperasi berbadan hukum di wilayah tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Khusus program KDMP, pembangunan infrastrukturnya terus dipercepat. Sebanyak 41 unit fasilitas koperasi telah terbangun, dengan 12 unit di antaranya telah rampung 100 persen.
Namun, Audi menyebut pembangunan fisik tersebut masih dihadapkan pada tantangan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Menurut dia, keterbatasan SDM menjadi salah satu kendala utama dalam memastikan koperasi dapat beroperasi secara optimal.
“Kehadiran Bapak Menteri di tempat ini akan membawa kemajuan, secara khusus di bidang perkoperasian. Kami menyadari pengelolaan SDM koperasi di Toba masih sangat minim, sehingga pertemuan ini menjadi energi dan semangat baru bagi kami,” kata Audi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan Menteri Koperasi yang meninjau langsung kesiapan KDMP Pantai Pasifik. Kehadiran Ferry di Toba juga menjadi bagian dari upaya mendorong koperasi agar memiliki pengelolaan yang lebih profesional.
Manajemen KDMP Dikelola Selama Dua Tahun
Menjawab persoalan manajerial tersebut, Ferry memaparkan skema tata kelola KDMP yang akan diterapkan. Meskipun pemilik sah KDMP adalah pihak desa, pengelolaan manajerial pada dua tahun pertama akan dikemudikan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara melalui kerja sama dengan TNI.
Skema itu disiapkan sembari melatih dan mempersiapkan manajer yang berasal dari putra daerah. Dengan demikian, pengelolaan KDMP di Toba diarahkan untuk berjalan secara profesional sekaligus menyiapkan kapasitas pengelola lokal.
Dalam operasionalnya, KDMP Toba akan menjalankan dua fungsi utama. Koperasi tersebut ditugaskan mendistribusikan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok kepada masyarakat desa. Komoditas yang disebutkan meliputi pupuk, beras, minyak goreng, dan LPG tiga kilogram.
Di sisi lain, KDMP juga akan menyerap dan menampung secara langsung hasil produksi pertanian masyarakat setempat. Peran tersebut menempatkan koperasi sebagai bagian dari rantai ekonomi desa, baik dalam penyaluran kebutuhan pokok maupun pengelolaan hasil produksi pertanian.
Program KDMP Dibangun Secara Nasional
Ferry menyampaikan, pemerintah pusat saat ini tengah membangun 27.223 fasilitas fisik KDMP di seluruh Indonesia. Belasan ribu unit di antaranya sedang menjalani proses verifikasi dan validasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menurut Ferry, proses verifikasi dan validasi tersebut menjadi bagian dari tahapan pembangunan fasilitas KDMP secara nasional. Kementerian Koperasi juga akan menggelar konsolidasi dengan seluruh pengurus KDMP, termasuk pengurus yang berada di Kabupaten Toba.
Konsolidasi itu akan dilakukan dalam waktu dekat untuk membahas pengelolaan dan keberlanjutan operasional koperasi. Ferry berharap program tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan kerja di desa.
“Semoga program ini bisa berjalan dengan baik, memberikan manfaat yang sebaik-baiknya bagi masyarakat, sekaligus membuka dan menyerap banyak lapangan pekerjaan di desa,” tegas Ferry.
Kerja sama kelembagaan dalam pengembangan KDMP Toba turut mendapat pengawalan dari berbagai pemangku kepentingan. Ketua panitia kegiatan, Jupiter Sitorus, menekankan pentingnya mempertahankan kearifan lokal dalam setiap perkembangan bisnis koperasi di Toba.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















