Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

BRIN dan Kementan Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Fajar Ari Wibowo by Fajar Ari Wibowo
22 seconds ago
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
418 4
A A
0
: Pemerintah memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada persoalan ketersediaan dan harga, tetapi benar-benar berdampak terhadap produksi dan produktivitas pertanian (Foto: Dok BRIN)

BRIN dan Kementan Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Dukung Swasembada Pangan (Dok. Infopublik)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ BRIN dan Kementerian Pertanian memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi untuk memastikan kebijakan tersebut berdampak terhadap produksi dan produktivitas pertanian. Penguatan dibahas dalam forum BRIDGE: Bringing Research Into Policy Dialogue yang diselenggarakan Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) BRIN pada Senin (5/10/2026). Upaya itu dilakukan melalui pemanfaatan riset, perbaikan data, digitalisasi distribusi, dan pengawasan agar pupuk diterima petani yang tepat. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Contents

    • 0.1. BNI Perbarui Layanan Digital untuk Nasabah Emerald dan Private
    • 0.2. Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Lembaga
  • 1. Riset Jadi Dasar Perbaikan Kebijakan
  • 2. Kementan Terapkan Prinsip Tujuh Tepat
  • 3. Digitalisasi Pantau Penebusan Pupuk

Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN Agus Eko Nugroho mengatakan, kebijakan pupuk bersubsidi memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Kebijakan yang telah berlangsung sejak dekade 1970-an itu tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan harga, tetapi juga melibatkan aspek ekonomi, kelembagaan, data, distribusi, serta perilaku penerima.

You might also like

: Dok. BNI

BNI Perbarui Layanan Digital untuk Nasabah Emerald dan Private

7 October 2026
: Menjadikan koperasi sebagai garda terdepan untuk meruntuhkan ketimpangan ekonomi nasional, Menkop Ferry Juliantono bersama Wantimpres Rocky Gerung melontarkan gagasan kritis nan revolusioner dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Jakarta, Senin (5/10/2026). FOTO dok. Humas Kemenkop

Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Lembaga

7 October 2026

“Persoalan pupuk bersubsidi sangat pelik dan kompleks. Tidak hanya berkaitan dengan teori ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh institusi, kelembagaan, dan berbagai faktor lain yang merespons kebijakan tersebut,” ujar Agus dalam forum bertema “Transformasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi: Bukti Empiris, Tantangan Implementasi, dan Arah Kebijakan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Riset Jadi Dasar Perbaikan Kebijakan

Menurut Agus, subsidi secara teori ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap komoditas tertentu sekaligus mendorong aktivitas ekonomi. Namun, efektivitas kebijakan di lapangan tidak hanya ditentukan oleh besaran subsidi atau ketersediaan pupuk.

Faktor kelembagaan dan perilaku juga menentukan apakah pupuk bersubsidi benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian. Karena itu, BRIN mendorong agar hasil riset lebih dekat dengan proses perumusan kebijakan.

Bukti empiris, kata Agus, diperlukan untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan dan merumuskan perbaikan tata kelola yang lebih tepat sasaran. Keterhubungan riset dan kebijakan dinilai menjadi fondasi penting untuk menjawab persoalan pupuk bersubsidi yang terus berkembang.

“Harapannya, kita dapat menemukan dan menggerakkan upaya untuk memperbaiki kebijakan pupuk bersubsidi. Paling tidak, diskusi ini juga dapat membuka tema-tema baru yang dapat dikembangkan ke depan,” katanya.

Agus menambahkan, “Semoga ini menjadi pijakan bagi kita dalam menghubungkan hasil riset dengan kebijakan.”

Kementan Terapkan Prinsip Tujuh Tepat

Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Syamsudin mengatakan, tata kelola pupuk bersubsidi terus mengalami perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan petani dan meningkatkan efektivitas penyaluran. Perubahan itu mencakup jenis pupuk dan komoditas yang mendapatkan subsidi, mekanisme penyaluran dan penebusan, kebijakan harga, serta sistem pengawasan.

Saat ini, tata kelola pupuk bersubsidi mengacu pada Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang dijabarkan melalui Peraturan Menteri Pertanian. Regulasi tersebut mengatur penetapan pupuk bersubsidi, pengadaan dan penyaluran, penagihan dan pembayaran, pembinaan, pengawasan, evaluasi, serta pemberian sanksi.

“Perubahan tata kelola diarahkan untuk mempermudah petani memperoleh pupuk sekaligus memperkuat akuntabilitas penyalurannya,” jelas Syamsudin.

Ia mengatakan, akurasi data penerima, distribusi, dan pengawasan di lapangan masih menjadi tantangan yang perlu diperbaiki. Untuk itu, pemerintah memperkuat seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, verifikasi, validasi, distribusi, hingga pembayaran subsidi.

Penguatan tersebut dilakukan lain melalui prinsip tujuh tepat, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat penerima. Prinsip itu menjadi acuan agar pupuk bersubsidi tersedia sesuai kebutuhan dan diterima kelompok sasaran.

Digitalisasi Pantau Penebusan Pupuk

Digitalisasi menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Pencatatan penebusan pupuk oleh petani melalui sistem memungkinkan pemerintah memantau distribusi secara lebih terukur.

Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui petani yang telah melakukan penebusan maupun yang belum. Informasi itu juga membantu pemerintah mengidentifikasi potensi persoalan dalam proses distribusi.

Dengan data yang lebih terintegrasi, pengawasan tidak hanya dilakukan setelah persoalan terjadi. Pengawasan dapat diarahkan untuk mencegah penyimpangan dan memastikan subsidi sampai kepada penerima yang berhak.

Selain memperkuat distribusi, pemerintah mulai menerapkan pendekatan nilai komersial dalam skema subsidi pupuk. Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 mengatur sejumlah aspek penetapan pupuk bersubsidi, meliputi sasaran penerima, jenis komoditas, jenis dan jumlah pupuk, mutu, nilai komersial, harga eceran tertinggi, serta ketersediaan stok.

Transformasi tersebut diarahkan bukan sekadar memastikan pupuk tersedia dengan harga terjangkau, tetapi juga membangun sistem yang lebih akuntabel dari hulu hingga hilir. Kolaborasi BRIN dan Kementerian Pertanian diharapkan memastikan setiap perubahan kebijakan memiliki dasar data dan bukti empiris.

Dengan tata kelola yang semakin tepat sasaran, subsidi pupuk diharapkan memperkuat produktivitas petani sekaligus mendukung agenda swasembada pangan berkelanjutan.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: berita jakartaEkonomi

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Fajar Ari Wibowo

Fajar Ari Wibowo

Related Stories

: Dok. BNI

BNI Perbarui Layanan Digital untuk Nasabah Emerald dan Private

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperbarui layanan keuangan digital melalui aplikasi wondr by BNI...

: Menjadikan koperasi sebagai garda terdepan untuk meruntuhkan ketimpangan ekonomi nasional, Menkop Ferry Juliantono bersama Wantimpres Rocky Gerung melontarkan gagasan kritis nan revolusioner dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Jakarta, Senin (5/10/2026). FOTO dok. Humas Kemenkop

Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Lembaga

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Gerakan koperasi didorong menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan untuk menghadapi penguasaan sumber daya oleh segelintir korporasi raksasa atau...

: Mobil tangki Pertamina bersiap mendistribusikan BBM setelah mengisi di Depo Pertamina. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)

Harga BBM Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga

by Fajar Ari Wibowo
7 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan avtur di Indonesia disebut lebih murah dibandingkan sejumlah negara...

: Sejumlah pekerja memindahkan ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan di TPI Palang, Tuban, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara nasional Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada September 2026 turun sebesar 0,17 persen dari bulan sebelumnya yakni dari 109,04 menjadi 108,85 yang disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan (It) mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen lebih rendah dari kenaikan indeks harga yang dibayar oleh nelayan (Ib) sebesar 0,79 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Harus Naikkan Pendapatan Rumah Tangga

by Fajar Ari Wibowo
6 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pertumbuhan ekonomi harus berujung pada peningkatan pendapatan rumah tangga, bukan hanya tercermin dari investasi, pembangunan infrastruktur, atau...

: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara. (Foto: Dok Kemnaker)

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Pemerintah ke Paripurna

by Fajar Ari Wibowo
6 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke Pembicaraan Tingkat II sebelum pengambilan keputusan...

: Seorang Ibu yang tengah menerima bantuan pangan Beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog. (Foto : Humas Bapanas)

967,5 Ribu Ton Bantuan Pangan Beras Juli-September Tuntas

by Fajar Ari Wibowo
6 October 2026
0

Headline.co.id ~ Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menuntaskan penyaluran bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Tantangan Identifikasi Jenazah Korban Longsor di Cisarua oleh Polda Jabar

Tantangan Identifikasi Jenazah Korban Longsor di Cisarua oleh Polda Jabar

4 February 2026
Korlantas Polri Tekankan Pentingnya Penggunaan Lampu Sein untuk Keselamatan

Korlantas Polri Tekankan Pentingnya Penggunaan Lampu Sein untuk Keselamatan

26 July 2026
: Konferensi Pers Kriyanusa 2026 di kantor Kemkomdigi, Jakarta. (foto: YouTube KemkomdigiTV)

Kriyanusa 2026 Perkuat Daya Saing Perajin ke Pasar Global

18 September 2026
: Istimewa

Desa Plesungan Anugerahkan Penghargaan dan Beasiswa untuk Jaga Semangat Proklamasi

19 August 2026
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Buton Selatan, Sulawesi Tenggara

Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Buton Selatan, Sulawesi Tenggara

13 September 2026
Dukungan Mahasiswa untuk Menkeu Purbaya dalam Pemberantasan Manipulasi Saham

Dukungan Mahasiswa untuk Menkeu Purbaya dalam Pemberantasan Manipulasi Saham

2 February 2026

Update COVID-19 24 Maret Indonesia: Pasien Positif Corona Betambah 107 dan 7 Pasien Meninggal

24 March 2020

Artikel Terbaru

: Pemerintah memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada persoalan ketersediaan dan harga, tetapi benar-benar berdampak terhadap produksi dan produktivitas pertanian (Foto: Dok BRIN)

BRIN dan Kementan Perkuat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

7 October 2026
Tiket Persib Vs Cong Viettel Mulai Dijual Saatnya Penuhi Sjh

Tiket Persib Vs The Cong Viettel Mulai Dijual di PERSIB App

7 October 2026
Jadi Pahlawan Timnas Indonesia Juara, Club Emil Audero Vallecano Ucapkan Selamat

Emil Audero Jadi Penentu Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

7 October 2026
: Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco (Tengah) dalam Konferensi Pers Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik/Igid/Youtube KPK)

Kemdiktisaintek Jadikan SPI Pendidikan 2026 Dasar Perbaikan Tata Kelola Kampus

7 October 2026
: Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. /Foto Humas BPJPH

Wajib Halal 18 Oktober, BPJPH Siapkan Pendampingan bagi Usaha

7 October 2026
: Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah meninjau Jalan Hakka di Sungai Raya, Selasa (6/10/2026). Dikesempatan tersebut, Sujiwo akan menempatkan media kontener untuk menampung sampah masyarakat sekitar. (Foto: Ird_diskminfokkr/ikp)

Jalan Hakka Kubu Raya Ditata Jadi Area Jogging, TPS Ilegal Ditertibkan

7 October 2026
: Istimewa

Pemprov Kalbar Siaga Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

7 October 2026

Popular Story

: Prosesi Peresmian: Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (tengah berbaju kuning), bersama Dandim 1421/Pangkep Letkol Czi Bhakti Yuhandika (kanan Bupati) dan Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana (kiri Bupati) memotong pita dalam acara peresmian Jembatan Garuda Jennae di Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Kamis (13/8/2026).
Nasional

Empat Jembatan Garuda Pangkep Rampung, 32 Titik Jadi Target

by Aditya
1 October 2026
0

Headline.co.id ~ Empat Jembatan Garuda di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi...

Read moreDetails

Kemiskinan Blora Ditargetkan Turun hingga 10,47 Persen pada 2026

Neraca Perdagangan Riau Surplus USD12,37 Miliar hingga Agustus 2026

Bupati Cup Series XIV Sambas Lahirkan Juara Baru Ganda Putra

BPS: Nilai Ekspor Indonesia Naik 4,74 Persen hingga Agustus 2026

Sekolah Rakyat Tanjung Alam Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi

Data Santri BNBA Kemenag Capai 4,634 Juta, Belum Final

Bantuan Air Bersih Ditlantas Polda Babel Capai 5.000 Liter

Wabup Parigi Moutong Dorong Sekolah Hilangkan Stigma Guru Killer

Satlantas Gresik Tilang Truk Tanpa Terpal di Jalan Deandles

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.