Headline.co.id, Jakarta ~ Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 menemukan 7,13 juta kasus hipertensi dari 73,1 juta peserta yang diperiksa hingga 6 Oktober 2026. Selain hipertensi, skrining di Indonesia juga mengungkap jutaan kasus diabetes, pre-hipertensi, pre-diabetes, gangguan kolesterol, obesitas, serta karies gigi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak mengabaikan hasil pemeriksaan karena penyakit tidak menular yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal. Peringatan itu disampaikan Menkes dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa (6/10/2026), dengan mendorong peserta segera berkonsultasi dan menjalani pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dari 7,13 juta kasus hipertensi yang terdeteksi melalui CKG, baru 755.907 orang atau sekitar 11 persen yang aktif menjalani pengobatan. Sementara itu, dari 1,19 juta kasus diabetes yang ditemukan, baru 151.552 orang atau sekitar 13 persen yang tercatat menjalani pengobatan.
Data tersebut menunjukkan tantangan CKG tidak berhenti pada penemuan penyakit. Masyarakat yang telah mengetahui kondisi kesehatannya masih perlu mendapatkan tindak lanjut berupa konsultasi, pengobatan, dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Temuan Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol
Hasil CKG mencatat 7,25 juta orang atau 9,9 persen dari peserta berada dalam kondisi pre-hipertensi. Temuan diabetes mencapai 1,19 juta kasus atau 2,2 persen, sedangkan 2,49 juta orang atau 4,5 persen berada dalam kondisi pre-diabetes.
Pada kelompok peserta berusia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes, temuan dislipidemia atau kolesterol tinggi mencapai 72,7 persen. Jumlahnya tercatat sebanyak 256.485 orang.
Menkes mengingatkan penyakit-penyakit tersebut berkaitan dengan risiko kematian akibat sejumlah penyakit serius. “Di Indonesia kematian paling tinggi karena stroke, nomor dua serangan jantung, nomor tiga kanker, nomor empat ginjal. Nah, penyakit nomor 1, 2, dan 4 stroke, jantung, dan ginjal itu penyebabnya hipertensi, diabetes, dan kolesterol,” kata Budi.
Menurut dia, masyarakat perlu menindaklanjuti hasil pemeriksaan, terutama ketika tekanan darah atau kadar gula darah menunjukkan angka tinggi. Obat untuk penyakit tersebut dapat diperoleh secara gratis melalui Puskesmas sesuai hasil pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.
Karies Gigi Jadi Temuan Terbanyak
Selain penyakit tidak menular, CKG mencatat masalah kesehatan gigi berupa karies sebagai temuan dengan proporsi tertinggi. Dari 53,9 juta peserta yang diperiksa, sebanyak 17.538.649 orang atau 32,5 persen mengalami karies gigi.
“Masalah CKG yang paling besar ternyata gigi. Padahal gigi ini bisa menjadi sumber segala macam penyakit,” ujar Menkes.
Masalah tersebut menjadi perhatian karena masih terdapat kekurangan sekitar 2.700 dokter gigi di Puskesmas seluruh Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam menindaklanjuti temuan kesehatan gigi yang diperoleh melalui program CKG.
Menkes Minta Hasil Pemeriksaan Tidak Diabaikan
Budi meminta masyarakat tidak merasa sehat hanya karena belum merasakan gejala penyakit. Menurut dia, hipertensi dan diabetes yang tidak dikendalikan dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius dalam beberapa tahun.
“Tolong jangan anggap remeh kalau tekanan darahnya sudah di atas 120/80, mendingan datang ke Puskesmas dikasih obat gratis. Kalau didiamkan saja merasa dirinya sehat, 3 sampai 5 tahun nanti bisa kena stroke atau cuci darah,” pesan Menkes.
Kesenjangan jumlah kasus yang terdeteksi dan peserta yang aktif menjalani pengobatan menjadi catatan penting dalam pelaksanaan CKG. Pemeriksaan kesehatan perlu dilanjutkan dengan konsultasi serta pengobatan sesuai kebutuhan agar hasil skrining tidak berhenti sebagai informasi bagi peserta.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















