Headline.co.id, Ternate ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menyalurkan 12.000 liter air untuk membantu memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara. Bantuan diberikan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku Utara serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara dengan mengerahkan Mobil Tangki Air (MTA). Kebakaran dilaporkan warga sekitar pukul 13.00 WIT dan api diduga pertama kali muncul dari sebuah gubuk kosong di area TPA. Angin kencang, tumpukan sampah kering, serta keterbatasan sumber air membuat api cepat menyebar dari zona tidak aktif menuju zona aktif TPA.
Air Disalurkan Bertahap hingga Tengah Malam
Pasokan air dari Kementerian PU digunakan untuk membantu tim pemadam sekaligus membasahi area yang berpotensi menjadi titik penyebaran api. Hingga tengah malam, sebanyak 12.000 liter air telah disalurkan secara bertahap ke lokasi kebakaran TPA Ternate.
Penyaluran air dilakukan untuk menjaga kesinambungan kebutuhan tim pemadam selama proses penanganan. Pasokan tersebut juga diarahkan untuk membantu membatasi penyebaran api dan mengurangi risiko kebakaran meluas ke area sekitar TPA Buku Deru-Deru.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dukungan itu dikerahkan melalui Tim Satgas Penanganan Tanggap Darurat BPBPK Maluku Utara dan BWS Maluku Utara. Tim tersebut berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga selama proses pemadaman berlangsung.
Angin Kencang Percepat Penyebaran Api
Kebakaran TPA Buku Deru-Deru dilaporkan warga sekitar pukul 13.00 WIT. Api diduga berawal dari sebuah gubuk kosong yang berada di area TPA, kemudian menyebar karena kondisi angin kencang dan tumpukan sampah yang kering di tengah musim kemarau.
Api bergerak dari zona tidak aktif menuju zona aktif TPA. Saat kebakaran terjadi, TPA Buku Deru-Deru masih beroperasi untuk melayani kebutuhan pengelolaan sampah masyarakat Kota Ternate.
TPA tersebut memiliki luas sekitar 31,24 hektare. Dari luas itu, area yang telah digunakan mencapai sekitar 15 hektare. Kondisi medan yang sulit dan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Kemen PU Koordinasi Amankan Permukiman
Selain memastikan pasokan air, Tim Satgas Kementerian PU berkoordinasi dengan instansi terkait dan aparat kepolisian untuk mengamankan kawasan permukiman di sekitar lokasi kebakaran. Antisipasi terhadap kemungkinan evakuasi juga dilakukan apabila kondisi kebakaran berkembang dan mengancam kawasan wisata terdekat.
Penanganan kebakaran TPA Ternate selanjutnya difokuskan pada percepatan pemadaman, pembatasan penyebaran api, pemenuhan kebutuhan air, serta perlindungan masyarakat dan lingkungan di sekitar TPA Buku Deru-Deru.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, dukungan itu merupakan bagian dari respons Kementerian PU terhadap kondisi darurat dengan memanfaatkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Menurut Dody, pemanfaatan infrastruktur dalam kondisi darurat tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup upaya menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam kasus kebakaran TPA Buku Deru-Deru, pengerahan mobil tangki air dilakukan untuk mendukung kebutuhan tim pemadam di tengah kondisi medan yang sulit dan sumber air yang terbatas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















