Headline.co.id, Ogan Komering Ilir ~ Sebanyak 80 peserta Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, pada Minggu (9/8/2026). Keberangkatan siswa bersama orang tua, guru, dan pendamping itu menjadi tahap awal pelaksanaan pendidikan berasrama yang diawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Rombongan dilepas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan Edward Candra di Palembang. Program Sekolah Rakyat tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan dan membantu anak memperoleh kesempatan membangun masa depan tanpa menjadikan kondisi ekonomi sebagai penghalang.
Sekolah Rakyat Perluas Akses Pendidikan
Edward mengatakan, keberangkatan peserta SRT 31 Palembang merupakan momentum penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak di Sumatra Selatan. Menurut dia, kesempatan mengikuti Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masa depan peserta didik secara lebih baik.
Program Sekolah Rakyat yang diusung Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk memperluas layanan pendidikan bagi masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan kondisi ekonomi tidak menjadi hambatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pendidikan dalam program tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik. Para siswa juga akan menjalani proses pembentukan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan melalui kehidupan di lingkungan sekolah berasrama.
Keberangkatan menuju Sekolah Rakyat Permanen di OKI menjadi awal dari tahapan pendidikan baru bagi 80 peserta SRT 31 Palembang. Setelah tiba di lokasi, para siswa akan mengikuti MPLS sebagai bagian dari pengenalan terhadap lingkungan dan proses pendidikan di sekolah berasrama.
Pemerintah Siapkan Asrama hingga Konsumsi
Pemerintah menyiapkan sejumlah kebutuhan penunjang bagi pelaksanaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut mencakup sarana dan prasarana pendidikan, asrama, serta konsumsi selama siswa mengikuti proses pembelajaran.
Penyediaan kebutuhan itu diharapkan membantu siswa lebih fokus menjalani pendidikan. Dengan tinggal di asrama, peserta didik juga memperoleh pengalaman belajar dan berinteraksi dalam lingkungan yang mendorong kedisiplinan serta tanggung jawab.
Edward mengingatkan para siswa agar aktif berinteraksi, menghormati guru, menjaga hubungan baik dengan sesama siswa, dan tetap berbakti kepada orang tua. Para peserta juga diminta saling menjaga serta memberikan dukungan selama menjalani pendidikan jauh dari keluarga.
Selain siswa, guru dan pendamping memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Mereka diharapkan mampu membangun keseimbangan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional para peserta selama mengikuti program.
Pendidikan Berasrama Bukan Memisahkan Anak dari Keluarga
Kepada orang tua, Edward menegaskan bahwa pendidikan berasrama dalam Program Sekolah Rakyat bukan bertujuan memisahkan anak dari keluarga. Program tersebut merupakan bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak untuk memperoleh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan seiring keberangkatan siswa untuk menempuh pendidikan di lokasi yang berada jauh dari keluarga. Dukungan orang tua, guru, dan pendamping dinilai tetap diperlukan agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalani pendidikan secara baik.
Kehidupan berasrama diharapkan membentuk karakter serta kedisiplinan siswa. Dalam prosesnya, peserta didik tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga belajar membangun hubungan dengan sesama, menghormati pendidik, menjaga kemandirian, dan mempertahankan hubungan dengan keluarga.
Sumsel Berencana Kembangkan Sekolah Rakyat
Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan berencana terus mengembangkan keberadaan Sekolah Rakyat di kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Pengembangan itu diharapkan memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan.
Selain memperluas akses, pengembangan Sekolah Rakyat juga diarahkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatra Selatan. Keberadaan sekolah tersebut diharapkan memberi ruang pendidikan bagi lebih banyak anak melalui dukungan sarana, asrama, dan pendampingan.
Keberangkatan 80 peserta SRT 31 Palembang menuju Sekolah Rakyat Permanen di OKI menjadi langkah awal pelaksanaan pendidikan berasrama bagi mereka. Program ini dirancang tidak hanya untuk mendukung kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan kedisiplinan siswa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















